PRAMUKA

SMAN3 BANGKO PUSAKO

SMAN3 BANGKO PUSAKO

JLN LINTAS RIAU SUMUT KM 3 BANGKO PUSAKO

Minggu, 08 April 2018

Dampak Kebijakan Jepang Di Indonesia


Tugas Sejarah
KELAS  : XI IPA1
Oleh
Kelompok 3:
Dwi Winda Purnama
Jonrio Pakpahan
Marselia Dahyana
Nurjannah
Pino Henriko
Riza Wahyuni

Dampak Kebijakan Jepang Di Indonesia

1.      Dalam Politik, sejak awal pemerintahan jepang melarang berserikat dan berkumpul. Para tokoh pergerakan nasional pun mengambil sikap kooperatif, sehingga mereka bisa duduk dalam badan-badan bentukan jepang, seperti gerakan 3A, PUTERA, dan cuo sangi in. Kesatuan- kesatuan pertahanan bentukan jepang seperti, Jawa Hokakai, Heiho, Dan PETA Juga dimaanfaatkan.
2.      Dibidang Ekonomi, jepang berusaha mendapatkaan dan menguasai sumber-sumber alam untuk industri perang. Eksploitasi sumber daya ini menyebabkan kesengsaraan rakyat. Penebangan hutan ( untuk pertanian) menyebabkan banjir, penyerahan hasil panen dan romusha  menyebabkan rakyat kekurangan makan dan sakit-sakitan. Akibatnya angka kematian pun meningkat tajam.
3.      Dibidang Social, jepang melakukana mobilisasi massa dengan mengerahkan ratusan ribu penduduk dasa melakukan rumusha membangun serana dan praserana perang. Rakyat dieksplotasi, dikuras tenaganya tanpa upah dan makan sehingga banyak orang yanhg kelaparana, sakit, dan mati.
4.      Dibidang birokrasi, Jepang menberi kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk turut serta dalam pemerintahan karena pada pertengahan 1943 kedudukan jepang dalam perang pacific mulai terdesak.
5.      Dibidang militer, jepang menyadari perlunya dukungan penduduk dari daerah yang diduduki karena situasi perang passifik tahun tahun 1943 mulai berubah.  Diindonesia ada dua jenis kesatuaan pertahanan  yang dibentuk
·          Kesatuan pertahanan semimiliter diantaranya seinendan ( Barisan pemuda) keibodan ( Barisan pembantu polisi),, Fujinkai ( Barisan wanita) dan jibakutai ( Barisan berani mati)
·         Kesatuan pertahanan militer antara lain Heiho ( Pembantu prajurit jepang) dan PETA (Pembela tanah air)
·         PETA Dibentuk atas permohonan Gatot Mangkuprujo kepada panglima tertinggi jepang.  Dari pasukan PETA inilah muncul tokoh-tokoh militer nasional seperti jendral Seodirman, Jendral Gatot Subroto, Jendral Ahmad Yani, Supriyadi, Dan Sebagainya.
6.  Pendidikan masaa pendidikan jepang merosot jika dibandingkan zaman       Hindia Belanda. Jumlah sekolah menurun drastis dan sekolah-sekolah dijadikan tempat indoktrinasi tentang Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.
7.  Dibidang kebudayaan justru terjadi peningkatan yang berati
1.      Oleh jepang Bahasa Indonesia dijadikan Bahasa pengantar yang digunakan disekolah, surat kabar dan radio, bahkan papan nama tokoh dan perusahaan. Bahasa Indonesia dilarang digunakan. Meluasnya penggunaan Bahasa Indonesia mempertebal kebangsaan.
2.      Seni sastra nasional zaman jepang juga berkembang baik didukung dengan berkembangnya baik diddukungnya dengan penggunaan bahsa Indonesia. Seni music dan seni rupa didukung. Agar karya budaya  ini tidak menyimpang dari tujuan jepang, maka pada 1 April 1943 dijakarta Didirikan Pusat Kebudayaan dengaan nama Keimin Bunko Shidosho
Daftar Pustaka
Agung, Leo dan Dwi Ari Listiyani. 2009. Mandiri Sejarah SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial. Surakarta:ERLANGGA.
 Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Kedudukan Jepang Di Indonesia
            Dengan Penandatanganan ini maka perang dunia II Membawa akibat bagi bangsa indonesia, yaitu:
1.      Akibat positif, Yaitu imperialism belanda di Indonesia berakhir.
2.      Akibat negatif, yaiitu Indonesia dijajah jepang.
Masa penjajahan jepang diindonesia walaupun tidak begitu lama akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Kebijaksanaan  Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas, yaitu:
1.      Menghapuskan pengaruh-pengaruh barat dikalangan rakyat Indonesia
2.      Menggerakan rakyat Indonesia demi kemenangan jepang dalam perang Asia Timur Raya
Adapun berbagai kebijakan pemerintah pendudukan jepang di Indonesia adalah sebagai berikut.
Sistem Pemerintahan
Pada mulanya kedatangan jepang disambut gembira oleh nangsa Indonesia karenaa berusaha menarik simpati dengan car acara berikut:
1.      Mengumandangkan propaganda bahwa jepang merupakan “ Saudara Tua” bangsa Indonesia
2.      Menggunakan Bahasa Indonesia disamping Bahasa jepang sebagai Bahasa resmi.
3.      Mengikutsertakan orang-orang Indonesia dalaam organisasi-organisasi resmi pemerintahan jepang.
4.      Menarik simpati umat islam dengan mengizinkan organisasi Majelis Islam A’laindonesia tetap berdiri
5.      Bendera merah putih boleh kibarkan berdampingan dengan bendera jepang Hinomoru. Begitu juga lagu Indonesia raya boleh dinyayikan di samping lagu kebangsaan jepang Kimigayo.
6.      Rakyat diwajibkan menyerahkan besis tua
7.      Semua harta peninggalan belanda yang berupa perkebunan, pabrik, bank disita.

Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Pendudukan Jepang Terhadap Pergerakan Kebangsaan Indonesia
A. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Politik
            Kebijakan pertama yang dilakukan Dai Nippon (Pemerintahan Militer Jepang) adalah melarang semua rapat dan kegiatan politik pada tanggal 20 Maret 1942, Dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua organisasi politik dan semua bentuk perkumpulan. Pada tanggal 8 September 1942 Dikeluarkan UU no.2 Jepang mengendalikan seluruh organisasi nasional.
·         Selain itu, jepang pun m elakukan propaganda untuk menarik simpati bangsa Indonesia dengan cara:
·         Menganggap jepang sebagai saaudara tua bangsa asia (Hokko Ichiu)
·         Melancarkan somboyan 3A (Jepang pemimpin, jepang cahaya dan jepang pelindung asia)
·         Melancarkan simpati lewat pendidikan berbentuk beasiswa pelaajar
·         Menarik simpati umat islam untuk pergi haji.
·         Menarik simpati organisasi islam MIAI.
·         Melancarkan politik dumping.
·         Mengajak untuk bergabung tokoh-tokoh perjuangan nasional seperi: Ir. Seokarno, Drs.M.Hatta Serta Sutah Sahir, dengan cara membebaskan tokoh tersebut dari pimpinan belanda.
Selain Propaganda, Jepang juga melakukan berbagai tindakan nyata berupa peembentukan badan-badan kerja sama berikut:
·         PUTERA (PUSAT TENAGA RAKYAT)Dengan tujuan membujuk kaum nasionalis sekuler dan intekektual agar menyerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada jepang.
·         Jawa Hokakai (Himpunan Kebaktian Jawa) Merupakan organoisasi sentral dan terdiri dari berbagai macam profesi (Dokter, pendidik, kebaktiaan wanita pusat dan perusahaan
Penerapan system autarki (daerah yang harus memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan perang). Setelah penyerahan kekuasaan dari belanda kepada jepang dikalijati maka seluruh daerah Hindia Belanda Menjadi 3 daerah pemerintahan militer:
·         Daerah bagian tengah meliputi jawa dan Madura dikuasai oleh tentara keeenambelas dengan kantor pusat di Batavia (Jakarta)
  • Daerah bagian Barat meliputi Sumatera dengan kantor pusat di Bukittinggi dikuasai oleh tentara keduapuluhlima. 
  • Daerah bagian Timur meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusantara, Maluku dan Irian Jaya dibawah kekuasaan armada selatan kedua dengan pusatnya di Makassar.
             Selain kebijakan politik di atas, pemerintah Militer Jepang juga melakukan perubahan dalam birokrasi pemerintahan, diantaranya adalah pembentukan organisasi pemerintahan di tingkat pusat dengan membentuk Departemen dan pembentukan Cou Sang In/dewan penasehat. Untuk mempermudah pengawasan dibentuk tiga pemerintahan militer yakni:
  • Pembentukan Angkatan Darat/Gunseibu, membawahi Jawa dan Madura dengan Batavia sebagai pusat dan dikenal dengan tentara ke enam belas dipimpin oleh Hitoshi Imamura. 
  • Pembentukan Angkatan Darat/Rikuyun, yang membawahi Sumatera dengan pusat Bukit Tinggi (Sumatera Barat) yang dikenal dengan tentara ke dua puluh lima dipimpin oleh Jendral Tanabe. 
  • Pembentukan Angkatan Laut/Kaigun, yang membawahi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian dengan pusatnya Ujung Pandang (Makasar) yang dikenal dengan Armada Selatan ke dua dengan nama Minseifu dipimpin Laksamana Maeda.
             Untuk kedudukan pemerintahan militer sementara khusus Asia Tenggara berpusat di Dalat/Vietnam.

             Pada masa pendudukan Jepang perjuangan untuk mencapai kemerdekan dilakukan secara kooperatif (bekerja sama) serta dengan cara sembunyi-sembunyi atau bawah tanah. Adapun organisasi-organisasi buatan Jepang yang digunakan untuk menanamkan nasionalisme Indonesia antara lain sebagai berikut.

a.   Gerakan Tiga A
           
             Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan April 1942, dengan ketuanya adalah Mr. Syamsudin. Semboyan Gerakan Tiga A adalah:
1.    Nippon Cahaya Asia,
2.     Nippon Pelindung Asia, dan
3.     Nippon Pemimpin Asia.
          
             Tujuan Gerakan Tiga A adalah menanamkan kepercayaan rakyat bahwa Jepang adalah pelindung dan pemimpin Asia. Namun, rakyat Indonesia telah mengetahui maksud propaganda gerakan tersebut. Karena tidak mendapat sambutan dari rakyat, maka Gerakan Tiga A dibubarkan.


b.   Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
          
                Pusat Tenaga Rakyat dibentuk pada tanggal 1 Maret 1943. Pendirinya adalah Empat Serangkai yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah memusatkan seluruh kekuatan rakyat untuk membantu Jepang menghadapi Sekutu.

c.   Badan Pertimbangan Pusat (Chuo Sang In)

            Chuo Sang In dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Perdana Menteri Jenderal Hideki Tojo. Ketuanya adalah Ir. Soekarno sedangkan wakilnya adalah R.M.A.A Koesoemo Oetojo dan dr. Boentaran Martoatmojo. Tugas badan ini adalah memberi masukan dan pertimbangan kepada pemerintah Jepang dalam mengambil keputusan.

B. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Ekonomi

             Pada kedua aspek ini, praktek eksploitasi ekonomi dan sosial yang dilakukan Jepang terhadap bangsa Indonesia dan Anda bisa membandingkan dampak ekonomi dan sosial dengan dampak politis dan birokrasi. Hal-hal yang diberlakukan dalam sistem pengaturan ekonomi pemerintah Jepang adalah sebagai berikut:
  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. Jepang menyita seluruh hasil perkebunan, pabrik, Bank dan perusahaan penting. Banyak lahan pertanian yang terbengkelai akibat titik berat kebijakan difokuskan pada ekonomi dan industri perang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi pangan menurun dan kelaparan serta kemiskinan meningkat drastis. 
  • Jepang menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi pelanggaran yang sangat berat. Pengawasan tersebut diterapkan pada penggunaan dan peredaran sisa-sisa persediaan barang. Pengendalian harga untuk mencegah meningkatnya harga barang. Pengawasan perkebunan teh, kopi, karet, tebu dan sekaligus memonopoli penjualannya. Pembatasan teh, kopi dan tembakau, karena tidak langsung berkaitan dengan kebutuhan perang. Monopoli tebu dan gula, pemaksaan menanam pohon jarak dan kapas pada lahan pertanian dan perkebunan merusak tanah. 
  • Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang). Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang. Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.
             Pada tahun 1944, kondisi politis dan militer Jepang mulai terdesak, sehingga tuntutan akan kebutuhan bahan-bahan perang makin meningkat. Untuk mengatasinya pemerintah Jepang mengadakan kampanye penyerahan bahan pangan dan barang secara besar-besaran melalui Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai (koperasi pertanian), serta instansi resmi pemerintah.      Dampak dari kondisi tersebut, rakyat dibebankan menyerahkan bahan makanan 30% untuk pemerintah, 30% untuk lumbung desa dan 40% menjadi hak pemiliknya. Sistem ini menyebabkan kehidupan rakyat semakin sulit, gairah kerja menurun, kekurangan pangan, gizi rendah, penyakit mewabah melanda hampir di setiap desa di pulau Jawa salah satunya: Wonosobo (Jateng) angka kematian 53,7% dan untuk Purworejo (Jateng) angka kematian mencapai 224,7%. Bisa Anda bayangkan bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan bangsa Indonesia pada masa Jepang (bahkan rakyat dipaksa makan makanan hewan seperti keladigatal,bekicot,umbi-umbian).
            Kebijakan pemerintah pada pendudukan Jepang pada bidang social antara lain berupa pengerahan tenaga rakyat untuk melaksanakan kerja paksa. Selain itu, para pemuda juga diwajibkan untuk masuk menjadi anggota organisasi militer maupun semi militer yang dibentuk Jepang.

Romusha

          Romusha adalah kerja paksa (tanpa dibayar) pada zaman penduduka Jepang. Tujuannya adalah membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan rakyat Jepang. Sarana dan prasarana tersebut antara lain jembatan, lapangan terbang, serta gua-gua tempat persembunyian.

  Kinrohosi

           Kinrohosi adalah kerja paksa (tanpa dibayar) untuk para pamong desa dan pegawair rendahan. Mereka diperlakukan sebagai tenaga romusha yang lainnya. Para kinrohosi banyak yag dikirim ke luar Jawa untuk membantu membuat pertahanan tentara Jepang.

C. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Militer

Pada aspek militer ini, badan-badan militer yang dibuat Jepang semata-mata karena kondisi militer Jepang yang semakin terdesak dalam perang Pasifik.






Pengertian dan fase-fase terbentuknya integrasi social


Nama Sekolah SMA N.3 BANGKO PUSAKO
KELAS X IPA1
GURU PEMBIMBING ABDULLAH S.Pd
NOVRIYANTI
IRMAYANI
SAFAATI WINDARI
NURAINI
SUTRI NINGSIH

Pengertian dan fase-fase terbentuknya integrasi social 

Sebuah hidup memiliki sebuah fase –fase serta proses-proses yang baik bagi hidup sebagai faktor pendewasaan atau yang lainnya. Maka dalam sebuah hidup social anda pasti mengalami proses serta fase-fase pembentukannya sama juga jika anda mengalami integrasi social maka akan mengalami yang namanya proses. Perlu anda ketahui mengenai proses dan fase-fase terbentuknya integrasi social.
Mengenai pengertian proses dan fase-fase terbentuknya integrasi social sebelumnya ada baiknya mengetahui mengenai integrasi social itu apasih? Secara arti kata integrasi berasal dari bahasa inggris yaitu”integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dalam hal ini integrasi social bermakna sebagai proses penyesuaian di antara berbagai unsure-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi satu sama lainnya. Jadi secara singkat menyelaraskan kehidupan yang memiliki unsur berbeda satu sama lainnya. Namun ada juga pakar yang menyebutkan bahwa definisi lain dari integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik beradaptasi terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat secara umum,namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Akibat banyak sekali pengertian dari integrasi ini sehingga integrasi ini memiliki dua pengertian yaitu.
·         Merupakan sebuah pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan social dalam suatu sistem social tertentu.
·         Membuat suatu keseluruhn menyatukan unsur-unsur tertentu yang ada dalam masyarakat
·         Merupakan sebuah pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan social dalam suatu sistem social tertentu.
·         Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur yang ada dalam masyarakat

Jadi pengertian proses dan fase- fase terbentuknya integrasi social dalam pengertian sempit nya  yaitu integrasi social ini jika di kendalukan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah sebuah unsur-unsur social atau kemasyarakatan yang ada.suatu integrasi social sangat di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan yang ada, baik berupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara social budaya secara umum.
Pengertian proses dan fase-fase terbentuk nya integrasi social dalam hal ini menyangkut mengenai terjadinya kerja sama, akomodasi,asimilasi sehingga berkurang nya sikap-sikap prasangka diantara anggota masyarakat secara keseluruhan sehingga meminimalisirkan bentuk konflik dalam masyarakat. Konflik,dominasi,mengdeskriditkan pihak-pihak lainya dan sistem yang tidak saling melengkapi akan hilang maka tumbuhnya integrasi tanpa paksaan yang dapat membuat sebuah integrasi bertahan tidak lama. Oleh karena itu untuk mengerti pengertian proses dan fase-fase terbentuknya integrasi social harus lah mampu mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk sehingga apapun yang kita lakukan seperti dengan mengatasi atau mengurangi prasangka mereka satu sama lainnya.

Bentuk integrasi social dalam masyarakat dapat di bagi menjadi dua bentuk yaitu sebagai berikut.

·         Asimilasi
Bentuk integrasi dengan asimilasi yaitu melakukan pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya cirri khas kebudayaan asli yang ada dalam diri masyarakat. Dalam masyarakat bentuk integrasi social ini terlihat dari pembentukkan tatanan social yang baru menggantikan budaya asli mereka.
·         Akulturasi
Akulturasi yaitu penerimaan sebagai unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli kita . akulturas  menjadi altrnatif tersendiri dalam menyikapi interaksi social yang terjadi, hal ini di dasarkan pada nilai-nilai social masyarakat yang beberapa saat dapat di pertahankan sebab tidak mengganggu integrasi masyarakat itu. Sehingga nilai-nilai baru kebudayaan asing yang baik dan dapat di tanamkan pada masyarakat tersebut akan menciptakan keharmonisan untuk mencapai integrasi social tanpa harus menghapus kebudayaan asli namun pilihlah kebudayaan asing yang benar-benar mampu membuat kita menjadi lebih baik bukan malah menghancurkan kita.

KEBIJAKAN YANG DILAKUKAN PEMERINTAH JEPANG SAAT DI INDONESIA





SMAN 3 BANGKO PUSAKO 

Kelompok 1
m.ikhsan bijaksani
heriyanto
putriani
suratmi
suriyani


KEBIJAKAN YANG DILAKUKAN PEMERINTAH JEPANG SAAT DI INDONESIA

1.  ASPEK KEHIDUPAN POLITIK
                   Pemerintah militer jepang melarang berdirinya partai partai politik di Indonesia. Semua organisasi politik yang tumbuh pada zaman belanda di bubarkan kecuali majelis islam A’la Indonesia (MIAI). Miai tidak di bubarkan jepang karena pada prinsipnya jepang dan miai sama ,yaitu menolak barat. Kegiatan politik pergerakan nasional Indonesia dikendalikan oleh jepang dengan tujuan untuk membantu jepang dalam perang. Jepang berusaha untuk mengerahkan semua orang demi usaha perangnya.

2. ASPEK KEHIDUPAN EKONOMI
                Kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia masa jepang dirahkan untuk kepentingan jepang. Jepang berusaha untuk menguasai dan mendapatkan semua sumber-sumber bahan mentah untuk industry jepang .jepang dalam rangka untuk mewujudkan ambisinya melaksanakan konsep ekonomi hakko ichiu bahwa jepang berkeinginan untuk menjadikan seluruh kawasan asia pasifik ada di bawah kendali jepang dengan asia pasifik timur raya.

3. ASPEK KEHIUPAN PENDIDIKAN
                        Kegiatan pendidikan pada zaman pendudukan jepang mengalami penurunan yang drastis. Penurunan itu meeliputi jumblah sekolah,jumlah murid,dan jumlah guru. Pada zaman jepang untuk sekolah dasar hanya ada satu macam yaitu ssekolah dasar lima tahun,system pengajaran dari kurikulumnya di sesuaikan dengan kebutuhan dan keppentingan perang.

4. ASPEK KEHIDUPAN KEBUDAYAAN
                Di bidang kebudayaan para seniman diberi fasilitas yang cukup, umumnya seni panggung diperbolehkan keliling desa untuk menghibur rakyat,selain itu bioskop keliling sampai ke desa desa semuanya itu di tujukan untuk meningkatkan patriotisme dan memuji dai Nippon. Pada masa pendudukan jepang,rakyat di haruskan melaksanakan seikeri. Seikeri adalah upacara untuk memberikan penghormatan kepada kaisar jepang dengan cara membungkukan badan kea rah matahari terbit.

5. ASPEK KEHIDUPAN MILITER
                Pada bulan apil didirikan dua organisasi pemuda seinendan (barisan pemuda ) dan keibodan (pembantu polisi ) yang langsung di bawah gunseiken. Seinendan di maksudkan sebagai tenaga cadangan perang, merreka di berikan pelatihan dasar militer. Anggota seinendan adalah pemuda berusia 14-22 tahun. Mereka yang lebih tua di masuka ke dalam keibodan. Para pemuda Indonesia di beri kesempatan pula untuk didik menjadi pembantu prajurit perang (heiho). Tugas heiho adalah melakukan pekerjan pekerjaan kasar seperti mengangkat perlengkapan militer dan memasak. Karena jepang kekurangan tenaga kemudian heiho ini dikutkan dalam pertempuran atau masuk pasukan tempur.





ISLAM dan JARINGAN PERDAGANGAN ANTAR PULAU


SMA NEGERI 3 BANGKO PUSAKO
Abdullah S.pd
X Ipa2
Kelompok 2:
·        Agung Pradana
·        Muhammad Fauzi
·        Mariati Nainggolan
·        Nurwahyuni
·        Serning Halawa

ISLAM dan JARINGAN PERDAGANGAN ANTAR PULAU
           
            Kepulauan indonesia memiliki laut dan daratan  yang luas . para nelayan pergi melaut dan pulang dengan membawa hasil tangkapan nya. Begitu juga pelabuhan terlihat lalu lalang kapal yang membongkar dan memuat barang . Sungguh menakjubkan hamparan laut yang sangat luas ciptaan tuhan. Coba kamu renungkan alam semesta, lautan dan daratan semua ciptaan nya untuk kepentingan hidup kita . marilah kita syukuri semua itu dengan menjaga lingkungan laut dan daratan sebaik-sebaik nya.
            Sejak lama laut telah berfungsi sebagai jalur pelayaran dan perdagangan antar suku bangsa di kepulauan indonesia dan bangsa-bangsa di dunia. Pelaut tradisonal indonesia telah memiliki keterampilan berlayar yang di pelajari nenek moyang secaraturun temurun . bagi para pelaut samudra bukan sekedar suatu bentangan air yang sangat luas . setiap perubahan warna, pola  gerak air, bentuk gelobang , jenis burung, dan ikan yang mengitari nya dapat membantu pelaut dalam mengambil keputusan atau tindakan untuk menentukan arah perjalanan. Sejak dulu mereka sudah mengenal teknologi arah angin dan musim untuk menentukan  perjalan  perayaan dan perdagangan.  Kapal  pedagang yang  berlayar  ke selatan menggunakan musim utara  dalam januari dan febuari dan kembali  lagi pulang  jika angin   bertiup dari selatan  dalam juni,juli, atau agustus.
 mereka dapat kembali  pada musim  yang sama setelah  tinggal sembentar – tapi kebanyaan tinggal untuk berdagang- untuk menghindari musim  perubahan yang rawan badai dalam oktober dan kembali dengan musim timur laut.
Bacaan berikut akan memaparkan tentang aktivitas perdagangan antar pulau pada masa awal perkembangan islam di indonesia. Memahami aktivitas pelayaran dan perdagangan antar pulau yang membawa sertta pesan-pesan agama ini dapat menjadi pelajaran dan menambah rasa syukur terhadap tuhan yang maha esa.
            Islam dan Jaringan Perdagangan Antar Pulau Jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau di Nusantara terbentuk karena antarpulau saling membutuhkan barang-barang yang tidak ada di tempatnya.  Untuk menunjang terjadinya hubungan itu, para pedagang harus melengkapi diri dengan pengetahuan tentang angin, , pembuatan kapal, dan kemampuan diplomasi dagang.  Dalam kondisi seperti itu, muncullah saudagar-saudagar dan syahbandar yang berperan melahirkan dan membangun pusat-pusat perdagangan di Nusantara.           
            Pelaut-pelaut Nusantara juga telah mengetahui beberapa rasi bintang. Ketika berlayar pada siang hari, mereka mencari pedoman arah pada pulau-pulau, gunung-gunung, tanjung-tanjung, atau letak kedudukan matahari di langit. Pada malam hari mereka memanfaatkan rasi bintang di langit yang cerah sebagai pedoman arahnya. Para pelaut mengetahui bahwa rasi bintang pari berguna sebagai pedoman mencari arah selatan dan rasi bintang biduk besar menjadi pedoman untuk menentukan arah utara. Hubungan perdagangan antarpulau di Indonesia sebelum tahun 1500 berpusat di beberapa wilayah, antara lain Samudera Pasai, Sriwijaya, Melayu, Pajajaran, Majapahit, Gowa-Tallo, Ternate, dan Tidore.Wilayah Nusantara menyimpan berbagai kekayaan di darat dan di laut. Sumber daya alam ini sejak dulu telah dimanfaatkan untuk keperluan sendiri dan diperdagangkan antarpulau atau antarnegara. Barang dagangan utama yang mendapat prioritas dalam perdagangan antarpulau, yaitu a.lada, emas, kapur barus, kemenyan, sutera, damar madu, bawang putih, rotan, besi, katun (Sumatera); b.beras, gula, kayu jati (Jawa); c.emas, intan, kayu-kayuan (Kalimantan); d.kayu cendana, kapur barus, beras, ternak, belerang (Nusa Tenggara); e.emas, kelapa (Sulawesi); dan f. perak, sagu, pala, cengkih, burung cenderawasih, perahu Kei (Maluku dan Papua).
Rasi bintang biduk besar dan rasi bintang pari. Pada saat ini cara perdagangan dilakukan melalui system barter (tukar menukar barang dengan barang). Sistem barter umumnya dilakukan oleh para pedagang daerah pedalaman. Hal ini disebabkan kegiatan komunikasi dengan daerah-daerah luar kurang lancer.
Beberapa macam mata uang yang telah beredar pada saat itu adalah 1.Drama (Dirham), mata uang emas dari Pedir dan Samudera Pasai; 2.Tanga, mata uang perak dari Pedir; 3.Ceiti, mata uang timah dari Pedir; 4.Cash (Caxa), mata uang emas di Banten; 5.Picis, mata uang kecil di Cirebon; 6.Dinara, mata uang emas dari Gowa-Tallo; 7.Kupa, mata uang emas kecil dari Gowa-Tallo; 8.Benggolo, mata uang timah dari Gowa-Tallo; Tumdaya, mata uang emas di Pulau Jawa; dan 10.Mass, mata uang emas di Aceh Darussalam. Mata uang asing yang telah digunakan dalam kegiatan perdagangan di Nusantara antara lain Real (Arab); Yuan dan Cash (Cina).
Para pedagang Nusantara, baik dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, maupun pulau-pulau lain telah berjasil menjalin hubungan dagang bandar-bandar, seperti Malaka dan Johor di Semenanjung Malaka; Pattani, dan Kra di Thailand; Pegu di Myanmar (Birma); Campa di Kamboja; Manila di Filipina; Brunei dan bandar-bandar lain. Perahu yang dipakai dalam pelayaran di masa lalu.

B. PERAN KEPULAUAN INDONESIA DALAM PERDAGANGAN DAN PELAYARAN DI ASIA TENGGARA SAMPAI ABAD KE-18
  • Munculnya pusat-pusat perdagangan Nusantara disebabkan adanya kemampuan sebagai tempat berikut ini:
  • 1.Pemberi bekal untuk berlayar dari suatu tempat ke tempat lain.
  • 2.Pemberi tempat istirahat bagi kapal-kapal yang singgah di Nusantara.
  • 3.Pengumpul barang komoditas yang diperlukan bangsa lain.
  • 4.Penyedia tempat pemasaran bagi barang-barang asing yang siap disebarkan keseluruh Nusantara.
  • Peranan Sriwijaya sebagai salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Asia Tenggara umumnya dan Nusantara khususnya, kemudian digantikan oleh Kesultanan Samudera Pasai sejak abad ke-13.

Perdagangan antarpulau di Indonesia pada masa kuno
Kawasan nusantara terdiri dari beribu-ribu pulau yang memanjang dari barat sampai ke timur. Diantara pulau satu dengan lainnya itu telah terjalin hubungan yang berlangsung sejak dulu, diantaranya hubungan perdagangan, terutama pada masa kerajaan-kerajaan Islam nusantara. Berlangsungnya interaksi perdagangan antara lain harus didukung pengetahuan tentang angin. Indonesia yang diapit dua benua dan dua samudera besar, wilayahnya dilalui garis khatulistiwa, sehingga Indonesia memiliki iklim muson, yaitu iklim yang ditandai pergantian arah angin yang berlangsung selama enam bulan sekali di daerah khatulistiwa. Dengan memanfaatkan pengetahuan tentang perubahan arah angin, maka di sekitar bulan September-Oktober kapal-kapal yang berada di sebelah timur akan berlayar ke sebelah barat. Sebaliknya, pada sekitar bulan Maret-April kapal-kapal berlayar dari barat ke arah timur.

Semula kegiatan perdagangan di nusantara bersifat insidental, namun lambat laun terjadi perubahan menjadi kegiatan yang berlangsung terus menerus, ramai, dan semakin menguntungkan. Dengan demikian muncullah beberapa pusat perdagangan yang dimiliki kerajaan-kerajaan yang wilayahnya menjangkau pantai. Adapun pusat-pusat perdagangan sebelum tahun 1500 antara lain berpusat di sumatera tengah abad ke-5/6, sriwijaya abad ke-7/14, melayu abad ke-14, bali abad ke-11, pajajaran abad ke-11, pajajaran abad ke-8 sampai ke-16, majapahit abad ke-13/14, gowa-tallo abad ke-2, ternate dan tidore abad ke-13, samudera pasai abad ke-13, dan sebagainya.
            Kegiatan perdagangan yang berlangsung pada masa itu dilakukan dengan cara sistem barter (tukar menukar barang dengan barang). Sedikit sekali penduduk yang telah melakukan tukar menukar dengan menggunakan uang. Sistem barter umumnya dilakukan para pedagang dari daerah pedalaman. Sebab, kegiatan komunikasi dengan daerah-daerah luar kurang begitu lancar. berlainan dengan di pedalaman, masyarakat daerah pesisir pantai telah menjalin hubungan yang baik dengan pihak luar, sehingga sebagian besar penduduk telah menggunakan mata uang dalam kegiatan perdagangan.



Senin, 02 April 2018

PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KEPENDUDUKAN JEPANG


KELAS                                  : XI IPS 2
MATA PELAJARAN          : SEJARAH
GURU PEMBIMBING       : ABDULLAH,S.PD
NAMA KELOMPOK 3       :
CICI RAHMA ARBAIN
SHANTY MANIK
ANDRIAN SYAHPUTRA
TEZAR ALVIANO


PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KEPENDUDUKAN JEPANG
1.      STRATEGI KOOPERATIF (BEKERJA SAMA)
Muncul karena jepang melarang berdirinya semua organisasi pergerakan nasional. Tokoh-tokoh pejuang nasionalis kemudian memanfaatkan semua organisasi bentukan jepang untuk berusaha mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Adapun tokoh-tokoh pejuang nasionalis tersebut yaitu : Ir. Soekarno , Drs. Moh. Hatta , Mr. Muh. Yamin , Mr. Sartono , Dr. Gs. S. J. Ratulangi , Otto iskandar dinata , Mr. Samsudin. Organisasi organisasi bentukan jepang yaitu :
a.       PUTERA (PUSAT TENAGA RAKYAT)
Terdiri dari kalangan nasionalis yang oleh jepang dibentuk untuk mempropagandakan politik hokko ichiu. Dibentuk pada 16 April 1843 dipimpin oleh 4 serangkai,yaitu : Ir. Soekarno , Moh. Hatta , Ki Hajar Dewantara , Mas Mansyur. Dan dibubarkan pada tahun 1944. Tujuan dibentuknya putera adalah untuk mempersatukan rakyat jawa dalam menghadapi serangan sekutu.
b.      BARISAN PELOPOR
Dibentuk pada Agustus 1944 oleh jepang. Dipimpin oleh Ir. Soekarno , Sudiro , Suroso , Otto iskandar dinata , Dr. Boentara martoatmodjo. Tujuan dibentuknya barisan pelopor adalah untuk memberikan pendidikan serta pelatihan kepada para pemuda.
c.       CHUO SANGI IN (BADAN PERTIMBANGAN PUSAT)
Dibentuk pada 01 Agustus 1943 dan diketuai oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Tujuannya adalah untuk menungkatkan kemiliteran Indonesia.

2.      GERAKAN BAWAH TANAH (ILEGAL)
muncul akibat terlalu kuatnya pemerintah jepang menekan dan melarang golongan oposisi. Beberapa kelompok pergerakan nasional yang dijalani strategi bawah tanah :
a.       KELOMPOK SUTAN SYAHRIR
Sutan syahrir diam diam berjuang dengan cara menghimpun teman teman sekolah dulu dan rekan rekan seorganisasi pada zaman hindia belanda. Ia menjalin hubungan dengan pemimpin pemimpin bangsa yang terpaksa bekerjasama dengan jepang.
b.      KELOMPOK KAIGUN
Yaitu perhimpunan para pemuda Indonesia yang mempunyai hubungan erat dengan kepala perwakilan Angkatan Laut (kaigun) jepang di Jakarta yaitu Laksamana Maeda.
c.       KELOMPOK SUKARNI
Yaitu kumpulan para pemuda anti jepang dibawah pimpinan Sukarni. Mereka tinggal di Asrama Angkatan Baru dijalan menteng 31 jakarta.
d.      KELOMPOK MAHASISWA
Yang terdiri atas mahasiswa kedokteran (ikadaigaku) yang bermarkas dijalan Prapatan no 10 jakarta.
e.       KELOMPOK AMIR
Yaitu kumpulan pemuda berpaham sosialis yang selalu menentang kebijakan pemerintah jepang.
f.       KELOMPOK ACHMAD SOEBARDJO
Yaitu perhimpunan tokoh tokoh bangsa Indonesia yang bekerja di Angkatan Laut jepang dan mendirikan asrama pemuda yang bernama “ASRAMA INDO MERDEKA”.

3.      PERLAWANAN BERSENJATA
a.       PERLAWANAN RAKYAT SINGAPARNA JAWA BARAT
Dipimpin oleh K.H. Zainal Muatafa. Pada 25 Februari 1944. Muncul akibat paksaan jepang untuk melakukan seikeirei yaitu upacara penghormatan kepada kaisal jepang yang dianggap dewa.
b.      PERLAWAN RAKYAT ACEH
Dibawah pimpinan Tengku abdul jalis pada 10 Oktober 1942. Muncul akibat tindakan jepang yang semena-mena kepada rakyat aceh.
c.       PERLAWANAN PETA di BLITAR
Dipimpin oleh Komando pelenton pada 14 Februari 1945. Muncul akibat ketidaktahanan melihat penderitaan rakyat blitar akibat romusha.
d.      PERLAWANAN RAKYAT KALIMANTAN
Dipimpin oleh Pangsuma selaku kepala suku dayak yang besar pengaruhnya dikalangan suku suku didaerah Tayan dan Meilau pada tahun 1945.
e.       PERLAWANAN RAKYAT INDRAMAYU
Dipimpin oleh Haji aksan pada April 1944. Muncul karena adanya kewajiban menyetorkan sebagian hasil padi dan pelaksanaan romusha dan dilakukan dikarang ampel.
f.       PERLAWANAN RAKYAT PAPUA
Dipimpin oleh L. Rumkoren pada tahun 1944 tepatnya di Biak. Muncul akibat adanya penderitaan rakyat yang diperlakukan sebagai budak belian , dipukuli dan dianiaya.


Semoga bermanfaat yaaaa JJJ



DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA


NAMA SEKOLAH        :SMA N 3 BANGKO PUSAKO
GURU PEMBIMBING: ABDULLAH,S.Pd
NAMA KELOMPOK    : KELOMPOK 2
*      LILI AGUSTINA
*      ARJUNA FASIRA
*      SUMITA
*      NURHAYANI
KELAS                            : XI IPS 1
DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Kedatangan bangsa Jepang ke Inonesia menimbulkan beberapa dampak bagi masyarakat Indonesia dalam beberapa bidang,yaitu:
1.      Bidang Politik
Pemerintahan pendudukan Jepang membentuk organisasi yang mudah diawasi,seperti Poetera dan Jawa Hokokai. Namun,sebagian tokoh perjuangan menggunakan wadah bentukan jepang ini untuk mengelorakan semangat nasionalisme,seperti Ir. Soekarno,Drs. Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara,dan K.H.Mas Mansur melalui Poetera.

2.      Bidang Sosial
Kondisi sosial masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan dengan adanya sistem kerja paksa (Romusha). Mereka di paksa melakukan kerja kasar tanpa makanan dan perawatan. Hal ini lah yang menyebabkan mobilitas sosial masyarakat Indonesia,bahkan sampai keluar negeri. Para tentara  jepang pun juga melecehkan kaum wanita.mereka banyak mengambil paksa para wanita untuk dijadikan pekerja seks paksa (jugun ianfu). Kesehatan para wanita tidak diperhatikan sehingga banyak yang meninggal.
3.      Bidang Ekonomi
Eksploitasi pangan dan sandang oleh pemerintah pendudukan Jepang mengakibatkan rakyat hidup miskin dan menderita.Keharusan setiap daerah memenuhi kebutuhan sendiri,sedangkan impor dibatasi mengakibatkan ketersediaan barang-barang menipis. Kekurangan sandang mengakibat kan banyak masyarakat memakai baju compang camping bahkan banyak yang memakai pakaian dari karung goni.
4.      Bidang Militer
Bangsa Indonesia mendapat banyak manfaat dari pendidikan militer yang diberikan Jepang,yang sangat berguna pada masa revolusi kemerdekaan. Tokoh-tokoh penting dalam bidang militer pada waktu itu yaitu Gatot Mangunkuprojo,Otto Iskandardinata,Kasman Singodimejo,dan Soedirman.
5.      Bidang Budaya
Pada sekolah-sekolah diajarkan budaya&bahasa Jepang,termasuk menghilang kan pendidikan berbau Barat dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama bersama dengan bahasa Jepang. Pada tanggal 20 Oktober didirikan Komisi Penyempurnaan Bahasa Indonesia. Susunan pimpinan nya terdiri dari Mori (Kepala Kantor Pengajaran),Iciki, Mr.R.Suwandi,danMr.Sutan Takdir Alisyahbana.
6.      Bidang Pendidikan
Pendidikan pada masa Jepang mengalami kemerosotan. Jumlah SD menurun dari 21.000 menjadi 13.500,dan jumlah murid menurun hingga 30%. Begitu pula dengan sekolah lanjutan menurun dari 850 menjadi 20,dan jumlah murid menurun hingga 90%. Sekolah dijadikan tempat untuk mencetak kader-kader untuk melaksanakan konsepsi “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya”. Semua itu ditujukan agar mendukung Jepang dalam memenagkan perang nya.
Itulah dampak-dampak kependudukan Jepang bagi Masyarakat Indonesia.

DAFAR PUSTAKA
Mustopo,M. Habib,dkk.2014.Sejarah 2.Jakarta Timur:Yudhistira

Jawaban Eksplorasi Konsep - Modul 1.2 Abdullah, S.pd CGP Angkatan 11

1. Manakah dari nilai-nilai Guru Penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik? Nilai-nilai yang ...