NAMA KELOMPOK 4
Ø ANGGI PRASETIA
Ø ANDIKA KURNIAWAN
Ø SITI WULANDARI
Ø NURHAKIKI RITONGA
B.PERJUANGAN
MEWUJUDKAN KEMBALI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)
1. Negara-negara Boneka
Bentukan Belanda
Latar belakang
Negara boneka secara harfiah yaitu
mengambil keuntungan dari indonesia dalam perbudakan rakyat indonesia atau
menjadikan rakyat Indonesia sebagai boneka, pembentukan Negara-negara di dalam
wilayah republic Indonesia yang terdiri dari beberapa Negara yaitu Negara
Indonesia Timur yang berdiri bulan desember 1946 memiliki wilwyah kekuasaan
sebelah timur selat dan makasar dan selat bali di pimpinwali negra bentukan
belanda yaitu Cokorda Gde, Negara jawa
timur bediri pada tahun 26 November 1948 wilayah kekuasaan yaitu
Surabaya, malang dan daerah-daerah bagian timur hingga ke banyuwangi yang di
pimpin oleh wali Negara pembentukan belanda yaitu R.T Kusumonegoro.
TujuanPembentukan Negara-negara
boneka yang di lakukan oleh belanda di wilayah Indonesia bertujuan untuk
mengepung kedudukan pemerintah Indonesia atau mempersempit wilayah kekuasaan
republic Indonesia , meskipun kemerdekaan Indonesia telah di proklamasikan
belanda tetap saja tidak mau mengakui kelahiran Indonesia.
2. Perjanjian
Roem-Royen
Latar belakang
Perjnjian roem-royen yaitu
perundingan membuka jalan kea rah terlaksananya koferensi
meja bundar yang menjadi cikal bakal terwujudnya Negara kesatuan republic
Indonesia yang utuh. Atas inisiatif komisi PBB untuk Indonesia, maka pada
tanggal 14 april 1949 di selenggarakan perundingan di Jakarta di bawah pimpinan
merle Cochran, anggota komisi dari amerika serikat. Dalam perundingan itu
republic Indonesia tetap berpendirian bahwa pengembaian pemerintah republic
Indonesia ke Yogyakarta merupakan kunci pembuka perundingan-perundingan
selanjutnya.
Tujuan perjanjian roem-royen
Dengan tercapainya kesepakatan dalam
prisip-prinsip perundingan roem-royen, pemerintah darurat republic Indonesia di
sumatera memerintahkan sri sultan hamengku buwono IX untuk mengambil alih
pemerintah Yogyakarta dari pihak belanda.
Pada tanggal 22 juni 1949, di slenggarakan
perundingan segi tiga antara republic Indonesia , BFO dan belanda. Perundingaan
itu di awasi PBB yang di pimpin oleh Chritchley menghasilkan tiga keputusan
yaitu;
a.
Pengembalian pemerintahan republic
Indonesia ke Yogyakarta yang akan di laksanakan pada tanggal 24 juni 1949
b.
Pemerintah penghentian perang geriya
c.
KMB akan di laksanakan di Den Haag
Pada
tanggal 1 juli 1949, pemerintah republic Indonesia secara resmi kembali ke
Yogyakarta di susunl dengan kedatangan para pemimpin republic Indonesia dari
medan gerilya . Panglima besar Jenderal Soedirman tiba kembalidi Yogyakarta
tanggal 10 juli 1949.
3.
Konferensi Inter-Indonesia
Konferensi
yang di selanggarakan pada bulan juli dan agustus 1949 ini di adakan di wilayah
Republik Indonesia dan di teruskan ke wilayah pendudukan belanda yaitu Jakarta.
Hasil koferensi inter-indonesia yang di setujui bersama di togyakarta salah
satunya antara lain yaitu;
Ø Negara
Indonesia serikat disetujui dengan nama Republik indonsia serikat (RIS)
berdasarkan demokrasi dan federalism (serikat).
Ø RIS
akan di kepalai oleh seorang presiden di bantu oleh menteri-menteri yang
bertanggung jawab kepada presiden.
0 komentar:
Posting Komentar