PRAMUKA

SMAN3 BANGKO PUSAKO

SMAN3 BANGKO PUSAKO

JLN LINTAS RIAU SUMUT KM 3 BANGKO PUSAKO

Selasa, 25 Februari 2020

KARAKTERISTIK SEJARAH


FADLAN RIADHI SIREGAR

WARDATUL UYUNI
MUHAMMAD AQSHAL MAULANA
Guru Pembimbing : Abdullah, S.Pd 


A. Karakteristik Sejarah
1.             Sejarah terkait dengan masa lampau, materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwa-peristiwa masa lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada.
2.             Sejarah bersifat kronologi
Artinya, dalam mengorganisasikan materi pembelajaran harus berdasarkan urutan waktu kejadian.
3.             Dalam sejarah dapat 3 unsur pokok yaitu manusia, ruang, dan waktu. Oleh karena itu, sejarah erat hubungannya dengan konsel 5W+1H yaitu dari pertanyaan-pertanyaan what(apa), who(siapa), when (kapan), where(dimana), why(mengapa), dan How (bagaimana).

B. Sejarah sebagai ilmu
            Artinya sejarah merupakan pengetahuan masa lampa disusun secara sistematis dan memiliki metode pengkajian ilmiah untuk mendapatkan suatu kebenaran.
            Metode sejarah bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta .
1.      Empiris, yaitu dengan  fakta dan bukti yang jelas dan kebenarannya dan dipertanggungjawabkan
2.      Objektivitas, yaitu manusia yang berperan dan terlibat dalam sejarah
3.      Metode yaitu cara yan disusun sistematis untuk mempermudah masalah
4.      Generalisasi yaitu para sejarahwan menyimpulkan suatu kejadian berdasarkan pemiiran yang rasional.
Contoh Sejarah Sebagai Ilmu:
1.Teori Terbentuknya Benua, yaitu dulu Benua masih menjadi satu yang dinamakan  Pangea   dan memisahkan diri membentuk benua seperti sekarang.
2. Teori terbentuknya Bumi dan Alam Semesta yaitu, menurut pendapat ahli, bumi dan alam semesta terbentuk karena suatu ledakan besar yang dinamakan Teori Big Bang.
C. Sejarah sebagai kisah

            Sejarah sebagai kisah (history as a narrative) adalah berupa narasi yang telah disusun dari memory atau ingatan, dan kesan atau tafsiran sejarahwan terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampau. Sejarah sebagai kisah (history reite), dapat diartikan sebagai rekontruksi peristiwa masa lampau oleh manusia masa kini melalui berbagai fakta dan penafsiran.
            Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interprestasi yang dapat di pertanggungjawabkan.
            Sejarah sebagai Kisah juga memiliki sifat/karakteristik, antara lain sebagai berikut :
1. Subjektif yaitu berdasarkan ingatan masa lalu seseorang/pendapat masing-masing seseorang
2. Sarana untuk mengungkapkan kembali sejarah
Contoh Sejarah Sebagai Kisah:
1.  Kisah Pangeran Diponegoro melawan Kolonialisme Belanda, yaitu sering juga disebut Perang Diponegoro.
D. Sejarah sebagai peristiwa
            Sejarah sebagai peristiwa diartikan sebagai perstiwa masa lampau manusia yang benar-benar terjadi (history realita) sehingga hanya terjadi satu kali saja, yaitu pada saat kejadiannya sedang berlangsung. Peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi lagi pada masa-masa sejarahnya .
            Setiap peristiwa yang terjadi akan berbda dengan peristiwa sebelumnya kalaupun peristiwannya sejenis, namun waktu dan tempat serta pelaku sejarahnya berbeda. Sering juga ada istilah sejarah betulang, sebetulnya yang berulang bukan persitiwannya, melainkan gejala dari peristiwa itu yang berulang.
            Sejarah sebagai perstiwa maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataannya yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
            Sejarah sebagai peristiwa memiliki sifat/karakteristik yaitu sebagai berikut .
1.      Objektif, yaitu sejarah berdasarkan hasil kumulatif / gabungan dari beberapa pendapat para sejarahwan yang bersifar fakta dan berdasarkan bukti yang jelas.
2.      Empiris yaitu berdasarkan data yang sebenarnya
1. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI yaitu pada saat Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agusutus 1945.
2. Peristiwa Rengasdengklok yaitu peristiwa diculiknya Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta oleh golongan muda karena perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua.

E. Sejarah sebagai seni
            Tokoh pengantar sejarah sebagai seni adalah George Macaully Travelyan. Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti . Itulah sebabnya, menurut George Macaully Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah. Komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti.
            Sejarah sebagai seni memiliki sifat/karakteristik sebagai berikut.
1.    Intuisi, yaitu mengetahui secara langsung kejadian sejarah
2.    Imajinasi, yaitu sejarahwan harus bisa menggambarkan/membayangkan peristiwa yang terjadi
3.    Emosi, yaitu ungkapan perasaan sejarahwan untuk menghadirkan peristiwa sejarah yang seolah olah dapat dirasakan dan terjadi
4.    Gaya bahasa, yaitu bahasa kiasan yang dipakai sejarahwan untuk memperindah tulisan sejarah
Contoh Sejarah Sebagai Seni:
1. Seni pahat / relief di Candi Borobudur, yaitu ukiran indah yang berbentuk patung dalam dinding

DAFTAR PUSTAKA


Buku cetak lintas minat sejarah kelas X, sejarah sebagai seni, ilmu, kisah, dan
peristiwa Bab II

Ismaun, 1996, Pengantar Ilmu Sejarah Secara Efektif . Jakarta:Depdiknas


Senin, 17 Februari 2020

Periodisasi dan Kronologi Sejarah


Guru Pembimbing    : Abdullah
Nama Kelompok       : Muhammad Alim

Periodisasi dan Kronologi Sejarah
Periodisasi dan Kronologi Sejarah merupakan hal yang penting dalam sejarah. Dengan periodisasi, sejarawan dapat lebih memfokuskan dirinya dalam penelitian suatu pembabakan sejarah. Penelitian yang dihasilkan juga akan lebih baik. Kesempurnaan ini akan semakin lengkap jika hasil penelitian sejaraah tersebut disajikan secara kronologis dimana urutan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa itu dapat dilihat dengan baik.
Periodisasi Sejarah
Dua dimensi utama dalam sejarah adalah dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo (time) yaitu proses kelangsungan dan waktu (duration) yang merupakan kesatuan dari kelangsungan tiga dimensi waktu yaitu, waktu yang lalu ,waktu sekarang dan waktu yang akan datang (the past, the present, the future).
Sejarah mempunyai area yang cukup luas dan panjang. Dari rentang waktu, sejarah telah melewati ratusan, bahkan ribuan tahun dan melibatkan perubahan yang luas dalam kehidupan manusia. Mengkaji dan memahami semua peristiwa sejarah yang luas dan panjang secara detail merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Sehingga diperlukan pembabakan sejarah atau periodisasi sejarah. Periodisasi dalam sejarah adalah  tingkat perkembangan masa dalam sejarah atau pemababkan masa dalam sejarah.
Maksud dan tujuan periodisasi adalah untuk mengadakan tinjauan menyeluruh peristiwa-peristiwa dan saling berhubungan dengan berbagai aspek nya. Dengan adanya pembabakan masa lalu manusia ini diharapkan dapat membawa pemahaman tentang masa lalu secara sistematis, temporal, tematis, dan dapat dipahami secara terintegrasi.
Suatu karya sejarah tidak akan lepas dari ketergantungan terhadap penafsiran seorang sejarawan, sebab tanpa adanya penafsiran seorang sejarawan masa lalu hanyalah potongan-potongan fakta sejarah yang saling terlepas dan kelihatan mati.
Menurut pendapat Sidi Gazalba, keadaan semacam itu, sejarah berhenti pada tahap kronik atau annal atau catatan peristiwa atau pseudo sejarah. Hal inilah yang membuat pentingnya sebuah periodisasi masa lalu, setiap sejarawan sangat mungkin berbeda salam memberikan sebuah periodisasi masa lalu karena dasar befikir dan dasar sudut pandang yang berbeda dalam melihat suatu fakta sejarah. Hal itu erat kaitannya dengan keyakinan, pandangan hidup, filsafat atau agama yang dianut sejarawan.
Oleh karena itu, dapat dipahami betapa sulitnya teori periodisasi dalaam sejarah. kesulitan dalam periodisasi berkaitan dengan unit sejarah yang diambil. Semakin besar dan kompleks suatu unit, semakin sulit menetapkan kriteria yang tajam yang berlaku untuk seluruh unit. Pengertian periodisasi sejarah terkait erat dengan pembagian masa lampau manusia berdasarkan waktu. Periodisasi atau pembabakan adalah pengelompokkan peristiwa-peristiwa sejarah yang menonjol dalam satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi yang biasanya digunakan adalah pemisahan yang tidak mendasarkan pada urutan waktu matematis. Periodisasi biasanya didasarkan pada masalah aktual atau momentum tertentu. Kriteria waktu yang digunakan adalah waktu antropologis, yaitu suatu momentum yang dapat menunjukkan adanya karakteristik dari suatu kurun waktu yang berbeda jelas dengan kurun waktu yang lain. Dalam perkembangan penulisan sejarah yang ada, periodisasi sangat tergantung dari penyusun sejarah(sejarawan).
Bahkan sejarawan modern tidak hanya dihadapkan dengan masalah waktu yang panjang, area yang luas dalam sejarah, melainkan juga adanya berbagai aksentuasi (penekanan) dalam sejarah. Mulai dari sejarah politik yang telah lama berkembang, sejarah ekonomi, sejarah sosia, sejarah kebudayaan,sejarah petani, sampai sejarah intelektual, amaupun sejarah wilayah. Satu hal yang perlu diingat, walaupun terdapat banyak penafsiran dalam menyusun periodisasi namun tiap kejadian tidak bisa lepas dengan waktu.
Bagi masyarakat tradisional di zaman kerajaan,kurun sejarah biasanya didasarkan pada masa kekuasaan sang rajayu atau masa sebuah kerajaan berdiri. Pembabakan atau periodisasi dapat dilakukan lebih mudah dan sederhana. Pmebataan waktu dapat ditentukan dengn mudah dengan melihat masa pemerinatahn penguasa, awal dan akhir perang atau gerakan sosial, periode berdirinya suatu negara atau kerajaan dan lain-lain. Namun bila periodisasi itu dipergunakan dimasa modern ini sangat sulit untuk mendasarkan diri pada masa kekukasaan seorang penguasa, karena suatu peristiwa kadang ada yang memiliki benang merah dari satu penguasa ke penguasa lain atau bahkan dari satu wilayah dengan wilayah lainnya dalam jangkauan yang kadang mendunia. Dengan demikian, batas sebuah sebuah periodisasi sejarahpun akan menjadi sangat kabur mengingat dalam materi oelajarh sejarah tidak ada yang pasti, kepastian justru dalam perbedaan itu.
Secara umum di kalangan sejarawan sudah ada semacam konsesus tentang pembagian sejarah umum. Misalnya zaman sebelum dikenal tulisan dimasukkan dalam periode prasejarah. Walaupun secara etimologis pernah digugat oleh Moh.Yamin dia memberikan alternatif zaman Nirleka. Konsep prasejarah sampai kini tetap dominan. Sedangkan zaman di mana masyarakat sudah mengenai tulisan dimasukkan pada periode sejarah.
Periodisasi atau pembabakan waktu yang lazim dipergunakan untuk melukiskan sejarah suatu negara ialah pembagian waktu berdasarkan dinasti (wangsa), yaitu keluarga raja. Sejarah bangsa-bangsa. Asia pada umumnya dilukiskan menurut babakan waktu dinasti karena kedudukan raja dianggap sangat penting dalam masyarakat. Babakan waktu dinasti terutama mementingkan riwayat hidup raja-raja, seolah-olah semua peristiwa sejarah disusun menjadi cerita dengan dinasti sebelumnya.
Dalam sejarah modern (Barat) telah lama ada tradisi membuat pembagian waktu atau periodisasi. Sampai sekarang masih berlaku apa yang telah disusun oleh Cellarius (1638-1707), yaitu membagi sejarah Barat atas tiga periode yaitu zaman kuno, zaman pertengahandan zaman modern. Pembagian tersebut dengan memakai pembatasan waktu, yaitu kurang lebih tahun 500 dan tahun 1500. Dari periodisasi zaman tersebut, dapat dijabarkan lagi ke dalam babakan sejarah berikut ini.
a)      zaman prasejarah
b)      zaman mula sejarah
c)      zaman sejarah kuno
d)     zaman pertengahan
e)      permulaan zaman modern
f)       abad ke-19
g)      zaman dua perang dan masa antara dua perang dan
h)      masa sesudah perang.
Demikian pula periodisasi sejarah di Indonesia. Zaman sebelum ditemukan tulisan dikelompokkan pada zaman prasejarah yaitu kemudian dibagi lagi menjadi zaman batu dan zaman logam. Masuknya pengaruh India dijadikan babakan baru sejarah Indonesia, yaitu dijadikan sebagai awal perkenalan dengan tulisan. Kemudian pengaruh dan perkembangan Islam menjadi penggalan sejarah yang berbeda dengan pengaruh Eropa yang berupa imperialisme dan kolonialisme. Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan titik balik dari pemgaruh Eropa, sehingga semua pemikiran tentang sejarah Indonesia harus berproses darinya. Secara umum berikut ini periodisasi sejarah Indonesia yang banyak digunakan.
a)      Zaman prasejarah (zaman batu dan zaman logam)
b)      Zaman Hindu Budha
c)      Zaman Islam
d)     Zaman Kolonial (1896-1945)
e)      Zaman pendudukan Jepang (1945-1955)
f)       Zaman Revolusi Kemerdekaan (1945-1955)
g)      Zaman Orde Lama (1955-1966)
h)      Zaman Orde Baru (1966-1998)
i)        Zaman Reformasi(1998...)
Sudah menjadi jelas bahwa pembagian tersebut bukan peristiwa yang terputus begitu saja. Aspek kelangsungan,suatu kontinuitas sejarah juga masih nampak. Dalam konteks yang demikian,periodisasi yang dilakukan sangat tergantung pada momentum yang dianggap relevan dengan permasalahan penelitian yang diajukan. Tujuan periodisasi bukan untuk memutuskan peristiwayang satu dengan yang lain namun untuk menyederhanakan infomasi masa lampau yang sangat banyak itu ke dalam tampilan sederhana dan mudah dipahami.

Dengan demikian,waktu sebagai susunan cerita sejarah sangat penting karena beberapa hal berikut:
a.       Dalam babakan waktu tampak keyakinan/kepercayaan penyusunan.
b.      Babakn waktu merupakan rangkuman (intisari) seorang penulis menurut keyakinannya sendiri.
c.       Babakan waktu adalah batu ujian fakta-fakta dan alat penghubung fakta-fakta.
Kronologi Sejarah
Dalam usaha untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengertian sejarah secara gamblang dan terkait antara satu peristiwa yang lain diperlukan adanya kemampuan untuk mengurutkan peristiwa sejarah secara logis, yang biasa dikenal dengan kronologi sejarah. Biasanya periode yang sedang berlangsung juga ditunjukkan benang merahnya dengan periode yang ada sebelumnya atau kekuasaan sebelumnya. Suatu periode sejarah yang dialami masyarakat tradisional dirasakan ada hubungan mistisnya, sedang pada masyarakat modern lebih dicari pada unsur logisnya. Hal itu menunjukkan bahwa pembagian waktu bukan hanya sekedar menonjolkan perbedaan atau pertentangan lainnya baik dalam posisi waktu bersamaan, maupun waktu berurutan.
Proses kelangsungan dalam perubahan harus digambarkan secara jelas. Kronologi sejarah sangat diperlukan dalam mengaitkan antara peristiwa satu dengan lainnya, baik dalam hubungan kausal atau sebab akibat maupun hubungan logis lainnya.
Dengan demikian, kronik-kronik dinasti yang pernah berkuasa di Cina dapat menjadi salah satu sumber bukti tentang keberadaan masyarakat maupun bangsa Indonesia pada masa lampau. Catatan peristiwa sejarah biasanya dapat terwujud dokumen yang berupa otobiografi, suart kabar, rekaman, laporan,karya sastra, pernyataan pendapat, dan bentuk catatan lain.
Dalam penulisan sejarah yang bersumber pada dokumen itu dapat memberikan informasi atau ketergantungan mengenai peristiwa yang pernah terjadi pada masa lampau.
DAFTAR PUSTAKA
Bima Mandala Putra, 1996, Kota bumi Lampung Utara


KERAJAAN ISLAM DINUSANTARA


Nama Guru                 :  Abdullah
Nama Kelompok         :  Afrida Sara
                                     : Fitri ramadini

Kerajaan islam Di nusantara
            Berbicara tentang sejarah, maka pikiran kita akan diajak mengingat kembali masa lalu khususnya sejarah Indonesia. Salah satu jejak sejarah Nusantara adalah mengenai Kerajaan Islam di Indonesia.
Seperti yang kita tahu pada awalnya kepercayaan di Indonesia dibagi menjadi tiga, yakni Animisme, dinamisme serta totemnisme. Namun setelah Islam masuk di Indonesia, kepercayaan tersebut mulai memudar. Kini Islam menjadi kepercayaan yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Masuknya Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama dan pedagang muslim hingga terbentuklah berbagai Kerajaan Islam di Indonesia.
Jejak-jejak adanya persebaran Islam di tanah air pun sudah banyak kita jumpai, salah satunya yakni berbagai Jejak Kerajaan Islam di Indonesia. Terdapat 12 Kerajaan yang bercorak Islam pada zaman dahulu. Rincian berbagai fakta mengenai Kerajaan Islam di Indonesia beserta peninggalannya  dirangkum sebagai berikut :

Kerajaan-Kerajaan Islam Di Indonesia

Salah satu bukti masuknya Islam di Indonesia adalah adanya Kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan-kerajaan tersebut tersebar diseluruh penjuru negeri yang menandakan bahwasanya persebaran Islam telah menyebar ke seluruh Nusantara sedari dulu. Berikut nama Kerajaan Islam di Indonesia beserta nama rajanya :
a. Kerajaan Samudera Pasai
Pada abad ke 13 M berdidirlah Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh. Letak kerajaan Samudera Pasai sendiri berada di Aceh Utara tepatnya di kabupaten Lhokseumawe. Pada tahun 1326 ketika Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Malik Al Tahir, diberlakukanlah koin emas sebagai mata uang kerajaan Samudera Pasai.
b. Kerajaan Aceh Darusaalam
Kerajaan ini berdiri pada tahun 1514 yang dipimpin oleh Sultan Ibrahim. Beliau merupakan raja pertama Kerajaan Aceh Darusalam yang memimpin selama 10 tahun. Kerajaan ini terletak di daerah yang sekarang disebut dengan nama Aceh Besar. Kerajaan Aceh berjaya pada tahun 1607-1636 dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.
c. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama pulau Jawa yang berdiri pada tahun 1478 yang dipimpin oleh Raden Patah. Tahun 1507 Raden Patah digantikan oleh putranya yakni Pati Unus yang mendapat julukan sebagai Pangeran Sabrang Lor. Julukan tersebut diberikan karena keberaniannya melawan Portugis di Malaka.
d. Kerajaan Islam Pajang
Didirikan oleh sosok yang namanya cukup familiar yakni Jaka Tingkir atau Sultan Adi Wijaya pada tahun 1568. Setelah kematiannya pada tahun 1582, ditunjuklah putranya yang bernama Pangeran Benowo untuk menggantikannya. Hingga kehancuran pun terjadi saat Pengeran Benowo menyerahkan tahta kepada saudara angkatnya yang bernama Sutowijoyo.
e. Kerajaan Islam Mataram
Didirikan oleh Sutowijoyo pada tahun 1586. Kerajaan ini terletak di Kotagede, sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Setelah wafatnya Sutowijoyo pada tahun 1601, dipilihlah Mas Jolang atau Panembahan Seda ing Krapyak. Kerajaan Islam Mataram mengalami masa kejayaan pada masa pemeritahan Mas Rangsang atau Sultan Agung.
f. Kerajaan Islam Cirebon
Kerajaan Islam Cirebon berdiri pada tahun 1522 oleh Raden Fatahillah. Pada masa kepemimpinanya kerajaan mengalami masa kejayaan. Setelah wafatnya Raden Fatahilllah pada tahun 1570, dipilihlan Pangeran Pasarean putranya untuk memimpin. Pada masa kepemimpinannya Kerajaan Islam dibagi menjadi dua yakni Kasepuhan dan Kanoman.
g. Kerajaan Islam Banten
Didirikan oleh Hasanuddin pada tahun 1552 di Banten. Pada masa kepemimpinannya Kerajaan Banten mengalami masa kejayaan. Setelah Hasanuddin wafat kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Yusuf. Kemunduran Kerajaan Banten terjadi pada masa kepemimpinan Sultan Abdul Muffakir.
h. Kerajaan Islam Banjar
Kerajaan Islam Banjar didirikan oleh Raden Samudra pada tahun 1520. Letak Kerajaan ini ialah di provinsi Kalimantan. Di Kerajaan Islam Banjar terdapat tokoh ulama yang sangat termashur yang bernama Syeh Muhammad Arsyad al-Banjari. Setelah wafatnya Raden samudra, tahta Kerajaan pun digantikan oleh Sultan Rahmatullah (1545-1570).
i. Kerajaan Sukadana atau TanjungPura
Kerajaan Tanjungpura dipimpin pertama kali oleh Sultan Muhammad Zainuddin dari tahun 1665 hingga 1724. Sedangkan Gusti Kesuma Matan atau Giri Mustika atau Sultan Muhammad Syaifuddin/Raden Saradipa/Saradewa merupakan raja terakhir yang memimpin Kerajaan Islam Sukadana atau Tanjungpura..
j. Kerajaan Islam Ternate
Kerajaan Islam Ternate didirikan oleh Sultan Marhum. Keberadaan Kerajaan ini adalah di Maluku Utara. Di Maluku sendiri terdapat 4 Kerajaan yaitu Ternate, Tidore, Obi, dan Bacan. Dari keempat Kerajaan tersebut Ternate dan Tidore merupakan Kerajaan yang berkembang cepet karena sumber rempah-rempah yang sangat besar.
Banyak para saudagar yang datang untuk melakukan perdagangan di Kerajaan Ternate, dan selain bertransaksi perdagangan mereka juga menyebarkan agama islam. Setelah Sultan Mahrum wafat digantikan oleh Sultan Harun. Sultan Harun kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Baabullah.
Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Sultan Baabulah kemudian meninggal pada tahun 1583. Tampu kekuasaan kemudian digantikan putanya yang bernama Sahid Barkat. Kerajaan Ternate mengalami kemunduran karena tidak mampu melawan Spanyol dan VOC.
Kerajaan Islam Tidore
Berdiri pada tahun 1801 yang dipimpin oleh raja Muhammad Naqil. Kerajaan Islam Tidore terletak di sebelah selatan Kerajaan Ternate Agama islam menjadi agama resmi Kerajaan Tidore dan disahkan oleh raja Tidore ke-11 yaitu Sultan Djamalludin berkat dakwah dari Syekh Mansur dari Arab.
Kerajaan Tidore menjadi pusat perdagangan karena banyaknya bangsa Eropa yang melakukan transaksi perdagangan. Bangsa tersebut seperti Spanyol, Portugis dan Belanda. Kerajaan Islam Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M).
l. Kerajaaan Islam Makassar
Terdapat beberapa Kerajaan yang berada  di Sulawesi Selatan yaitu Kerajaan Gowa, Bone, Waju, Luwu, Tallo, dan Soppeng. Diantara kerajan tersebut yang berkembang sangat pesat hanya Kerajaan Gowa dan Tallo saja. Hal tersebut dikarenakan letak Gowa dan Tallo  yang berada ditengah jalur pelayaran yang strategis. Oleh karena itu raja kedua Kerajaan maju itu memutuskan untuk bergabung dan mendirikan Kerajaan Islam Makassar dengan raja pertamanya adalah Sultan Alauddin.
Kerajaan Islam Makassar ini gemar menyebarkan dakwah Islam. Masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Makassar ini ialah pada saat pemerintahan Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin adalah cucu dari Sultan Alauddin.
a. Kerajaan Samudera Pasai
Jejak sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai terdiri dari berbagai macam benda. Peninggalan tersebut adalah Cakra Donya , Naskah Surat Sultan Zainal Abidin , Makam Sultan Malik al Saleh, Makam Zain al-Abidin Malik az-Zahir, stempel Kerajaan Samudra Pasai, Makam Ratu Al-Aqla.
b. Kerajaan Aceh Darussalam
Salah satu peninggalan paling terkenal yang ditinggalkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam adalah Masjid Raya Baiturrahman. Peninggalan lainnya berupa Benteng Indrapatra, Gunongan, Makam Sultan Iskandar Muda, Mariam Kerajaan Aceh Darussalam, dan uang emas Kerajaan Aceh Darussalam.
c. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak meninggalkan berbagai benda peninggalan prasejarah. Peninggalan bersejarah tersebut ialah yaitu Masjid Agung Demak, Pintu Bledek, Soko Tatal dan Soko Guru, Bedug, Kentongan, Situs Kolam Wudhu, Makrusah, Dampar Kencana, Piring Campa.
d. Kerajaan Islam Pajang
tidak jauh berbeda dengan Kerajaan Islam yang lainnya, Kerajaaan Pajang juga menyisakan peninggalan sebagai jejak sejarah. Peninggalan tersebut berupa Masjid Laweyan, Makam para bangsawan, Bandar Kabanaran, Pasar Lweyan, dan Kesenian batik
e. Kerajaan Islam Mataram
Jika sebagian besar peninggalan sejarah berupa bangunan atau pun kitab. Kali ini ada yang sedikit berbeda dengan peninggalan Kerajaan Mataram yaitu Kue Kipo. Selain itu terdapat peninggalan lain yang berupa Sastra Gendhing karya dari sultan Agung, Tahun Saka, Kerajinan perak, Kalang Obong, Kue Kipo, Batu Datar, Pakaian kyai Gundhil, Gapura Makan Kotagede.
f. Kerajaan Islam Cirebon
Peninggalan Bersejarah dari Kerajaan Islam Cirebon kebanyakan berupa bangunan keraton. Diantaranya yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan. Selain itu terdapat Masjid Sang Cipta Rasa serta Masjid Jami Pakuncen. Terdapat beberapa Makam serta Benda Pusaka.
g. Kerajaan Islam Banten
Terdapat berbagai jenis peninggalan Kerajaan Islam Banten. Peninggalan bersejarah dari Kerajaan Islam Banten berupa adalah Masjid Agung Banten, Istana Keraton Kaibon Banten, Istana Keraton Surosowan Banten, Benteng Speelwijk, Danau Tasikardi, Vihara Avalokitesvara, Meriam Ki Amuk, Mahkota Binokasih, Keris Penunggul Naga, Keris Naga Sasra.
h. Kerajaan Islam Banjar
Berbeda dengan peninggalan bersejarah Kerajaan lainnya. Kerajaan Islam Banjar lebih sedikit meninggalkan benda bersejarah. Peninggalan tersebut adalah Candi Agung Amuntai dan Masjid Sultan Suriansyah.
i. Kerajaan Sukadana atau Tanjungpura
Sama halnya dengan Kerajaan Islam Banjar, Kerajaan Sukadana pun hanya meninggalkan satu peninggalan sejarah. Kerajaan Islam Sukadana atau Tanjungpura meninggalkan Negeri Batu. Negeri Batu sendiri merupakan makam tua di kota yang pernah ditempati Kerajaan Sukadana.
j. Kerajaan Islam Ternate
Peninggalan bersejarah Kerajaan Islam Ternate terdiri dari berbagai macam bangunan dan senjata. Peninggalan berupa bangunan adalah Istana Sultan Ternate, Masjid Jami Sultan Ternate, Makam Tua, tempat berdoa, singgasana. Selain itu yaitu tombak, pedang, senapan, tameng serta tulisan Raja dalam bahasa Arab.
k. Kerajaan Islam Tidore
Kerajaan islam Tidore banyak meninggalkan peninggalan berupa makanan tradisional. Makanan tersebut adalah Lapis Tidore, Kue Bilolo, Kue Kale-kale, Kue Abu, Popeda. Selain makanan, terdapat juga peninggalan berupa Benteng Torre dan Tahula serta Istana Kie,
l. Kerajaan Islam Makassar
Peninggalan bersejarah Kerajaan Islam Makassar banyak berupa bangunan serta kompleks pemakaman. Peninggalan tersebut adalah Benteng Ford Ratterdam, Batu Pallantikang, Masjid Katangka, Kompleks Makam Katangka, Makam Syekh Yusuf.
Itulah tadi pemaparan mengenai Kerajaan Islam di Indonesia. Dengan mereview kembali ingatan kita mengenai sejarah, terutama sejarah Islam diharapkan mampu menambah keimanan dan kecintaan kita terhadap ilmu agama. Jika para pendahulu sudah berusaha keras menanamkan nilai-nilai Islam, maka kita tinggal melanjutkan perjuangan mereka.
Selain itu dengan mengetahui peninggalan sejarah para pendahulu, alangkah lebih baik jika kita menjaga dan melestarikan peninggalan tersebut baik yang berupa benda maupun kebudayaan. Jadikan peninggalan tersebut aset bangsa yang harus dijaga agar generasi selanjutnya masih berkesempatan untuk menikmatinya.
Kesimpulan
            Selain itu dengan mengetahui peninggalan sejarah para pendahulu, alangkah lebih baik jika kita menjaga dan melestarikan peninggalan tersebut baik yang berupa benda maupun kebudayaan. Jadikan peninggalan tersebut aset bangsa yang harus dijaga agar generasi selanjutnya masih berkesempatan untuk menikmatinya.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.romadecade.org/kerajaan-islam-di-indonesia/#!


Jawaban Eksplorasi Konsep - Modul 1.2 Abdullah, S.pd CGP Angkatan 11

1. Manakah dari nilai-nilai Guru Penggerak yang dikuatkan setelah Bapak/Ibu memahami teori pilihan dan motivasi intrinsik? Nilai-nilai yang ...