PRAMUKA

SMAN3 BANGKO PUSAKO

SMAN3 BANGKO PUSAKO

JLN LINTAS RIAU SUMUT KM 3 BANGKO PUSAKO

Rabu, 25 Maret 2020

Sumber-Sumber Sejarah

Guru Pembimbing : Abdullah
Nama Kelompok : Ajay Gautama
  Junaydi Arifin
  M. Haikal Kamil 
Sumber Sejarah  
Sumber sejarah adalah sesuatu yang secara langsung atau tidak langsung menyampaikan tentang kenyataan pada masa lalu. Suatu sumber sejarah mungkin merupakan hasil dari aktivitas manusia yang memberikan informasi tentang kehidupan manusia.
Bagi sejarawan, sumber sejarah merupakan alat, bukan tujuan akhir. Sumber sejarah merupakan bukti dan fakta adanya kenyataan sejarah. Sumber sejarah sendiri bukanlah sejarah. Sejarah ada karena kontruksi dari sejarawan terhadap sumber sejarah. 
  • Sumber sejarah berdasarkan bentuk dan wujudnya adalah sebagai berikut:
  1. Artefak
Artefak merupakan benda arkeologi atau peninggalan benda-benda bersejara, yaitu semua benda yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusi yang dapat dipindahkan. Contoh artefak adalah alat-alat batu, logam dan tulang, gerabah, prasasti, senjata-senjata logam (anak panah dan mata panah), serta tanduk binatang. 
Artefak dalam arkeologi mengandung pengertian benda (atau bahan alam) yang jelas dibuat oleh (tangan) manusia atau jelas menampakkan adanya jejak-jejak buatan manusia padanya (bukan benda alamiah semata) melalui teknologi pengurangan maupun teknologi penambahan pada benda alam tersebut.
Ciri penting dalam konsep artefak adalah bahwa benda ini dapat bergerak atau dapat dipindahkan oleh tangan manusia dengan mudah (relatif) tanpa merusak atau menghancurkan bentuknya.
Artefak yang ditemukan dapat menggambarkan tingkat kehidupan masyarakat pada saat artefak itu diciptakan atau digunakan, dan dapat menggambarkan suasana alam, pikiran, status sosial, dan kepercayaan para penciptanya dari suatu masyarakat. Hal inilah yang dicermati oleh para sejarawan. 

  1. Fosil 
Fosil dalam bahsa latin “fossa” yang artinya menggali keluar dari dalam tanah. Fosil adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidupyang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Para pakar membedakan fosil menjadi beberapa macam, yaitu:
  1. Fosil batu biasa
  2. Fosil yang terbentuk dalam batu 
  3. Tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup
  4. Fosil yang ppaling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi, dan tulang
  5. Fosil jaringan kunak sangat jarang ditemukan. 
Ilmu yang mempelajari fosil adalah peleontologi, yang merupakan cabang ilmu arkeologi. Secara singkat, definisi fosil harus memenuhi syarat-syarat berikut. 
  1. Sisa-sisa organisme
  2. Terawetkan secara alamiah
  3. Pada umumnya padat/kompak/keras
  4. Berumur lebih dari 11.000 tahun 
  1.  Bukti Tekstual
Bukti tekstual adalah sumber tertulis yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa atau kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno, buku, dan sebagainya.
  1. Kebendaan 
Sumber benda adalah seumber sejarah berupa benda-benda peninggalan budaya atau lazim dinamakan benda purbakala, misalnya candi, senjata, gedung, dan sebagainya.
  1. Visual
Sumber visual adalah sumber sejarah yang berupa foto, gambar, peta, lukisan, dan sebagainya.
  1. Audio Visual
Sumber audio visual adalah sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman media elektronika, misalnya kaset video, film, tape recorder, dan sebagainya.
  1. Tradisi Lisan 
Tradisi lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung suatu peristiwa. Sejarah dimulai dari cerita-cerita rakyat atau legenda yang mampu mengungkapkan peristiwa pada masa lampau, walaupun penuh dengan berbagai mitos yang harus diteliti lebih lanjut agar dapat digunakan sebagai sumber sejarah. Masyarakat dahulu memang memberikan sejarah secara turun temurun dan mereka menganggap benar apa yang telah mereka terima dari nenek moyangnya yang terpancar dari peninggalan-peninggalan disekitar tempat tinggalnya. Oleh karena itu, untuk mengungkapkan kembali tidak mungkin dilakukan tanpa sumber sejarah lainnya yang memadai dan mendukung sehingga mampu mendekati kebenaran suatu peristiwa sejarah.

Rabu, 18 Maret 2020

SOAL ONLINE SEJARAH KELAS X

Selasa, 25 Februari 2020

Historiografi Tradisional,Kolonial,Moderen


Nama guru pembimbing:Abdullah s.pd
Nama Kelompok :
Lenny Ariyanty
Natalia Br Situmorang
Mega Noviana Br Simanungkalit

Historiografi Tradisional,Kolonial,Moderen
A. Pengertian Historiografi  
Historiografi terbentuk dari dua akar kata,yaitu history (sejarah) dan graph (tulisan).jadi ,historiografi artinya adalah tulisan sejarah,baik itu yang bersifat ilmiah(problem oriented) maupun yang tidak bersifat ilmiah (no problem oriented ).problem oriented artinya karya sejarah ditulis bersifat ilmiah dan berorientasi kepada pemecah masalah ),yang tentu saja penulisannya menggunakan seperangkat metode penelitian. Adapun yg  dimaksud dengan non problem oriented  adalah karya tulis sejarah yang ditulis tidak berorientasi kepada pemecahan masalah dan ditulis secara naratif,dan tidak menggunakan metode penelitian.
B.Jenis-Jenis Historiograf
1.historiografi tradisional
            Menurut taufik Abdullah,pada fase historiografi tradisional,penulis sejarah yang dilakukan lebih merupakan ekspresi budaya dan pantuan keperihatinan social masyarakat dan kelompok soial yang menghasilkan dari pada hasil untuk merekam peristiwa masalalu.
            Adapun karesteritik dari historiografi tradisional adalah sebagai berikut:
a.historiografi tradisional ditulis bersifat istana/karatonsentris artinya karya historis tradisional didalamnya banyak mengungkap sekitar kehidupan keluarga istana/kraton.
b.historiografi tradisional ditulis bersifat relogomagis artinya dalam historiografi tradisional seorang raja ditulis sebagai manusia yang memiliki kekuatan energy gaib.tujuannya agar seorang raja mendapat apersiasi yang luar biasa dimata rakyatnya.
c.historografi tradisonal ditulis bersifat region sentrisme.artinya historiografi ditulis lebih menonjolkan region (wilayah) kekuasaan atau kerajaan.
d.historiografi tradisio nal ditulis bersifat pisikopolitis sentrisme. Artinya historiografi tradisional ditulis oleh para pujangan sangat kental dengan muatan-muatan psikolos seorang raja sehingga karya historiografi tradisional dijadikan sebagai alat polotik oleh sang raja dalam rangka mempertahankan kekuasaannya.
e.historiografi tradisional ditulis bersifat pisiko-politis sentrisme, artinya historiografis tradisional ditulis para pujangan sangat kental dengan muatan-muatan psikolos seorang raja sehingga karya historiografi tradisional dijadikan sebagai alat polotik oleh sang raja dalam rangka mempertahankan kekuasaannya
2.historiografi colonial
            Historiografi kolonial adalah penulisan sejarah Indonesia yang yang ditulis untuk kepentingan dan dengan cara pandang colonial belanda atau lebih bersifat eroprasentis atau nearlandosentris.
Cirri-ciri historografi colonial
1.sumber yang digunakan yaitu sember dari pemerintah belanda baik dinegaranya maupun daerah jajahannya.
2.bersifat eropa-sentris dan fokusnya ke Belanda-sentris.
3.sifat lain tulisannya yaitu diskriminatif .
4.bentuknya tulisan yaitu berupa laporan laporan .
5.isinya berupa sejarah politik dan tokoh-toko besar.
6.isi lain yaitu berupa kisah perjalanan belanda untuk menemukan daerah penjajan  baru .
7.penulisan sejarah colonial menganggap bahwa Indonesia /nusantara tidak memiliki sejarah sebelum bangsa belanda datang.
8.penulisan menggunakan untuk sarana propaganda agar semangat perlawanan bangsa Indonesia menurun /mengundur.
3.Historiografi Moderen
            Perkembangan Historiografi Nasional (Moderan) mulai menginjak masa baru ketika pada 1913,husein Djajadininngret menerbitkan buku hasil disertainya ,yaitu  tinjauan kritis sejarah banten .seperti judulnya,pengkajian buku  ini bersifat kritis dengan berbagai tinjauan dari aspek politik,sosial,budaya,ekonomi,dan filologi.buku ini lah yang dianggap sebagai historiografi pertama yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia yang menampilkan tinjauan secara kritis.momentum ini muncul di tengah-tengah kondisi historiografi colonial yang didominasi oleh diskriminasi antara penjajah dan yang dijajah.
            Secara ringkas,isi historiografi nasional yang ditandai beberapa hal sebagai berikut.
a.banyak istilah dari bahasa belanda di-indonesia kan;
b.penulisan diarahkan untuk kepentingan bangsa Indonesia;
c.orang Indonesia menjadi subjek sejarah,bukan lagi objek pelengkap atau penderitaan sebagai mana pada  historiografi colonial;
d.karakteristik dan watak tokoh sengaja dipertukarkan dan diganti.

Daftar pustaka:
a.       Sumber buku
Nana Sumpriatna. 2017.Historiografi Tradisional,Koloniel,Dan Modern .Jakarta.









Sejarah sebagai llmu, Kisah, Peristiwa, dan Seni


Guru pembimbing : Abdullah S.Pd


 Fanisah Afliza
Erni Waruhu
Dian Riskiana


Sejarah sebagai llmu, Kisah, Peristiwa, dan Seni

Anda pasti sering mendengar kata sejarah. Ketika mendengar kata tersebut, apa yang ada dalam pikiran Anda? Pasti Anda membayangkan kejadian atau peristiwa pada masa lalu. Pernahkah Anda pikirkan bahwa untuk menjelaskan sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni pada masa lalu diperlukan cara atau metode yang digunakan untuk membangun satu kejadian dengan kejadian lainnya secara utuh?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pada bab ini akan diuraikan mengenai sejarah sebagai ilmu, kisah, peristiwa, dan seni.

A. Karakteristik Sejarah

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa unsur terpenting dari sejarah. adalah kejadian masa lalu. Oleh karenanya, yang'menjadi konsep dasar sejarah adalah waktu (time), ruang (space), kegiatan manusia (human activities), perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Adapun karakteristik dari mata pelajaran. sejarah, di antaranya sebagai berikut.

1.      Sejarah terkait dengan masa lampau. Materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini dalam bentuk rekontruksi peristiwaperistiwa masa lampau berdasarkan sumber-sumber yang ada.
2.      Sejarah bersifat kronologi. Artinya, dalam mengorganisasikan materi pembelajaran harus berdasarkan urutan waktu kejadian .
3.      Dalam sejarah terdapat tiga unsur pokok, yaitu manusia, ruang, dan waktu. Oleh karena itu, sejarah erat hubungannya dengan konsep 5W+1H, yaitu dari pertanyaan pertanyaan what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Sejarah dilihat sebagai sebuah sebuah proses yang terus berjalan dari masa lampau-masa kini-masa yang akan datang. Sejarah merupakan prinsip sebab akibat antara fakta yang satu dan yang lainnya, antara peristiwa yang satu dengan lainnya. Hal ini merupakan sebuah rangkaian yang tidak terpisah-pisah, peristiwa sejarah yang satu diakibatkan atau disebabkan oleh peristiwa sejarah yang lain.

B. Sejarah sebagai llmu

Sejarah sebagai ilmu merujuk pada aspek metode yang digunakan oleh sejarawan. Selain narasi dalam merekonstruksi masa lalu, sebagian sejarawan juga ada yang tertarik pada penggunaan data kuantitatif untuk menguji hipotesis dan membangun generalisasi dan teori. Sejarawan seperti itu disebut sebagai sejarawan ilmu sosial dan karyanya disebut sebagai sejarah yang ilmiah. Kajian yang bersifat kuantitatif, seperti jumlah suara dalam Pemilu tahun 1955 di Indonesia; perkembangan demografi dari pembangunan lima tahun pada zaman Orde Baru, dan jumlah anggota partai politik dalam pemerintahan Demokrasi Liberal tahun 1950-an di Indonesia merupakan data kuantitatif yang dapat dianalisis dengan teknik kuantitatif pula. Sejarah sebagai ilmu tidak hanya bergantung pada kajian kuantitatif, tetapi juga kualitatif.

Artinya, sejarah merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dan memiliki metode pengkajian ilmiah untuk mendapatkan suatu kebenaran. Sejarah sebagai suatu studi keilmuan tentang segala sesuatu yang telah dialami manusia di waktu lampau dan yang telah meninggalkan jejak jejaknya di waktu sekarang, di mana tekanan perhatian terutama diletakkan pada aspek peristiwanya sendiri, dalam hal ini terutama yang bersifat khusus dan segi segi urutan perkembangannya, yang kemudian disusun dalam suatu cerita sejarah. Sebagai suatu studi yang berusaha untuk mendapatkan pengertian tentang segala sesuatu yang telah dialami (diucapkan, dipikirkan, dan dilaksanakan) oleh manusia di masa lampau yang bukti-buktinya masih bisa ditelusuri/diketemukan masa sekarang.

Sejarah sebagai ilmu harus memiliki objek, yakni kejadian manusia di masa lalu, metode tersendiri, dan pokok permasalahan. Metode khas sejarawan untuk merekonstruksi secara kritis, analitis, imajinatif masa lampau manusia berdasarkan data, peninggalan, bukti tulisan, rekaman.Didalam metodologi penulisan sebuah sejarah menggunakan berbagai tahapan. Tahapan penulisan sejarah yaitu mengumpulkan sumber (heuristik), menyeleksi sumber (verifikasi/kritik), penafsiran sumber (interpretasi) dan penulisan peristiwa sejarah (historiografi).

Sejarah sebagai ilmu positif berawal dari anjuran Leopold von Ranke kepada para sejarawan untuk menulis apa yang sesungguhnya terjadi. Dengan menulis apa yang terjadi, sejarah akan menjadi objektif.
Sejarah dapat dilihat sebagai ilmu dengan karakteristik tertentu. Sejarah termasuk dalam ilmu manusia yang dalam perjalanan waktu dipecah menjadi ilmu sosial dan ilmu kemanusiaan.

Sejarah termasuk ilmu empiris karena itulah sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Oleh karena sejarah berbicara tentang manusia, biasanya sejarah dimasukkan dalam ilmu kemanusiaan. Akan tetapi, sejarah berbeda dengan antropologi dan sosiologi. Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu. Dalam waktu, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yakni perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Artinya, sejarah melihat perkembangan masyarakat dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Sejarah juga melihat kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat.Sejarah juga melihat pengulangan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarah juga melihat perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar.

Dalam meneliti objeknya, sejarah berpegang dengan teorinya sendiri. Selain mempunyai teori, sejarah juga mempunyai generalisasi seperti ilmu lain, sejarah juga menarik kesimpulan kesimpulan umum. Sering kali generalisasi sejarah merupakan koreksi atas kesimpulan kesimpulan ilmu lain. Untuk itu, sejarah juga mempunyai metode sendiri, berbeda dengan hukum ilmu ilmu sosial yang terlalu bersifat mekanis. Metode sejarah bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta.

Sejarah juga seperti ilmu ilmu lain yang membutuhkan riset, penulisan yang baik, penalaran yang teratur, dan sistematika yang runtut, serta konsep yang jelas.

Sejarah sebagai ilmu memiliki sifat/karakteristik sebagai berikut.
1.      Empiris, yaitu dengan fakta dan bukti yang jelas dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan
2.      Objektivitas, yaitu manusia yang berperan dan terlibat dalam sejarah
3.      Teoretis, yaitu pendapat para sejarawan untuk menjelaskan suatu kejadian  
4.      Generalisasi, yaitu para sejarawan menyimpulkan suatu kejadian berdasarkan pemikiran yang rasional
5.      Metode, yaitu cara yang disusun sistematis untuk mempermudah suatu masalah

C. Sejarah sebagal Kisah

Sejarah sebagai kisah (history as a narrative) adalah cerita berupa narasi yang telah disusun dari memori atau ingatan, dan kesan atau tafsiran sejarawan terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampau. Sejarah sebagai kisah dapat dibaca dalam buku teks sejarah, majalah, atau surat kabar. Selain itu, sejarah dapat pula kita dengarkan dan lihat melalui narasi yang diceramahkan oleh siaran media elektronik, seperti radio dan televisi atau film. Sejarah sebagai kisah dapat pula kita ikuti ketika seorang guru sejarah menerangkan kejadian sejarah melalui ceramah dalam proses belajar-mengajar sejarah di kelas. Sejarah sebagai kisah (hismire reite), dapat diartikan sebagai rekontruksi peristiwa masa lampau oleh manusia masa kini melalui berbagai fakta dan penafsiran.

Seorang sejarawan akan mempelajari dan menggambarkan kejadian masa lalu yang sifatnya unik dan mendekati kejadian unik tersebut dengan pendekatan yang bersifat pribadi. Hasil pekerjaan mereka kemudian disajikan semenarik mungkin. Hasil pekerjaan mereka tersebut dapat digolongkan ke dalam sejarah sebagai kisah.

Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipe'rtanggungjawabkan. Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa, dan negara tidaklah mudah karena jejak-jejak sejarah yang ditinggalkannya tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam penyusunannya memerlukan penelaahan yang sangat jeli dan bijaksana serta verifikatif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejara hse bagai kisah,parasejarawan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.  

Sejarah sebagai kisah juga memiliki sifat/karakteristik, antara lain sebagai berikut
1.      Subjektif, yaitu berdasarkan ingatan masalalu seseorang/pendapat masing-masing seseorang.
2.      Sarana untuk mengungkapkan kembali sejarah



D. Sejarah sebagai Peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa diartikan sebagai peristiwa masa lampau manusia yang benar-benar terjadi (histoire realita) sehingga hanya terjadi satu kali saja, yaitu pada saat kejadiannya sedang berlangsung. Peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi lagi pada masa-masa selanjutnya.

Setiap peristiwa yang terjadi akan berbeda dengan peristiwa sebelumnya, kalaupun peristiwanya sejenis, namun waktu dan tempat serta pelaku sejarahnya berbeda. Sering juga ada istilah sejarah berulang, sebetulnya yang berulang bukan peristiwanya, melainkan gejala dari peristiwa itu yang berulang.

Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau menjadi sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwa, ilmu sejarah mendapat gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau. Sejarah'sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa.

Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruanglingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.

Sejarah sebagai peristiwa memiliki sifat/karakteristik, yaitu sebagai berikut.
1.      Objektif, yaitu sejarah berdasarkan hasil kumulatif/gabungan dari beberapa pendapat para sejarawan yang bersifat fakta dan berdasarkan bukti yang jelas.
2.      Empiris, yaitu berdasarkan data yang sebenarnya


E. Sejarah sebagai Seni

Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni. Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat sebagai propaganda. Sejarawan abad 19 bernama Comte, Spencer, dan Mill menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah, tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut. Namun menurut Dithley, seorang filsufmodern, menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar, sebab sifat alami dari pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang bersifat abstrak tidak mudah menganalisisnya. Oleh karena itu, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa.

Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti. Itulah sebabnya. menurut George Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti.

Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni. ,

Sejarah sebagai seni memiliki sifat/karakteristik sebagai berikut:
1.      Intuisi, yaitu mengetahui secara langsung kejadian sejarah
2.      Imanjinasi, yaitu sejarawan harus bisa mcnggambarkan/ membayangkan peristiwa sejarah yang terjadi
3.      Emosi, yaitu luapan perasaan sejarawan untuk menghadirkan peristiwa sejarah yang seolah-olah dapat dirasakan dan terjadi
4.      Gaya bahasa, yaitu bahasa kiasan yang dipakai sejarawan untuk memperindah tulisan sejarah

KESIMPULAN

Peristiwa yang menceritakan pada zaman dahulu. kisah yang akan di bukukan. ilmu yang dapat kita ambil dari sejarah penjajahan. seni yang dibuat dengan tangan dan di ukir begitu bagus

Priodisasi dan Kronologi Sejarah


Guru Pembimbing : Abdullah, S.Pd
Nama kelompok :
-          Cyndi Arsita Sari
-          Elmi Saputri
-          Kamelia
A. Priodisasi dan Kronologi Sejarah
1. Priodisasi Sejarah
            Sejarah merupakan sebuah proses perjalanan waktu yang sangat luas dan panjang arenanya. Sejarah melewati ratusan bahkan ribuan tahun dengan melibatkan pemahaman dalam kehidupan manusia yang sangat banyak.
            Priodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang digunakan untuk berbagai peristiwa. Priodisasi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia.
            Sejarah juga mengenal istilah priodisasi yang bertugas membuat klasifikasi dari peristiwa – peristiwa sejarah dalam tahap – tahap dan pembabakan tertentu. Priodisasi dalam sejarah dapat dilakukan dengan banyak klasifikasi berdasarkan sejumlah aspek dalam kehidupan manusia, seperti perkembangan sistem, politik, pemerintahan, agam dan kepercayaan, ekonomi dan sosial budaya.
            Contoh berikut berdasarkan sistem mata pencaharian :
a.         Masa berburu dan meramu
b.        Masa bercocok tanam
c.         Masa bercocok tanam lanjut
d.        Masa perundagian

Secara umum priodisasi sejarah Indonesia dikelompokkan menjadi beberapa zaman, yaitu :
a.    Prasejarah / pra-aksara (zaman batu dan zaman logam)
b.    Masuk dan berkembangnya pengaruh budaya Hindu – Budha
c.    Masuk berkembangnya
d.   Zaman kolonial
e.    Zaman pendudukan Jepang
f.     Zaman kemerdekaan
g.    Masa orde lama
h.    Masa orde baru
i.      Masa reformasi
Tujuan dibuatnya priodisasi bukan berarti memutuskan peristiwa yang satu dengan yang lainnya. Priodisasi dilakukan atas dasar di dalam sejarah aspek kesinambungan merupakan suatu hal yang penting. Dengan demikian tujuan diadakan priodisasi ialah untuk mengadakan tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa dan saling berhubungan dengan berbagai aspeknya.

2. Kronologi Sejarah
            Kronologi sejarah erat kaitannya dengan priodisasi sejarah. Kronologi sejarah diperlukan karena dalam peristiwa – peristiwa sejarah terdiri dari berbagai jenis dan bentuk yang berbeda.
            Perstiwa sejarah akan selalu berlangsung sesuai dengan urutan waktu sehingga peristiwa – peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat – lompat urutan waktunya atau bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis).
            Tujuan dibuatnya kronologis dalam sejarah adalah agar penyusunnya berbagai peristiwa sejarah dalam priodisasi tertentu tidak tumpang tindih atau rancu dengan metode lainnya

B. Berfikir Sejarah Diakronit
            Diakronit berasal dari kata diachrinich yang terdiri dari dua kata yaitu : “choronicus” yang artinya waktu dan “kronos” artinya perjalanan waktu.
            Diakronis artinya memanjang dalam waktu, tetapi terbatas dalam ruang dengan demikian diakronik dapat diartikan sebagai suatu peristiwa  yang berhubungan dengan peristiwa – peristiwa sebelumnya dan tidak berdiri sendiri atau timbul secara tiba – tiba.
Dalam diakronik perlu dicermati hal berikut :
1.    Mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu
2.    Memandang masyarakat sebagai suatu yang terus bergerak dan hubungan kualitas atau sebab akibat.
3.    Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu kehidupan masyarakat secara berkesinambungan
4.    Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis
5.    Digunakan dalam ilmu sejarah
Contoh :
Ketika menjelaskan peristiwa detik – detik proklamasi kemerdekaas Indonesia, sejarawan harus pula menjelaskan peristiwa yang melatarbelakangi seperti peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu, reaksi pemuda Indonesia terhadap berita kekalahan Jepang peristiwa Rengasdengklok dan peristiwa penyusunan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

C. Berfikir Sejarah Sikronik
            Sikronik artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sikronik menganalisis suatu tertentu pada saat tertentu atau titik tetap pada waktunya.
            Ilmu sejarah dan ilmu sosial ini saling berhubungan dengan berfikir sikronik.

Daftar Pustaka
Nana Supriatna, 2017. Periodesasi dan Kronologi Sejarah. Bandung. Kpg


RPM SEJARAH KELAS XII

RPM MENDALAM P4GN ABDULLAH BAB 1