PRAMUKA

SMAN3 BANGKO PUSAKO

SMAN3 BANGKO PUSAKO

JLN LINTAS RIAU SUMUT KM 3 BANGKO PUSAKO

Kamis, 19 April 2018

KEDATANGAN JEPANG DIINDONESIA


SMAN 3 BANGKO PUSAKO
KLS X IPA 1
Nama Kelompok                   :
1.       Chaidir Ravendi
2.       Kholijah
3.       Amdoco Sutejo
4.       Arya Prasetyo
5.       Yuli Hartati
6.       Yogi Pratama

KEDATANGAN JEPANG DIINDONESIA
          Awal mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Keadaan ini akhirnya mendorong Jepang mencari sumber minyak buminya sendiri.
Pada tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu divisi. Pada awalnya, misi utama pendaratan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia. Kedatangan Jepang memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Tidak adanya dukungan terhadap perang gerilya yang dilakukan oleh Belanda dalam mempertahankan Pulau Jawa ikut memudahkan pendaratan tentara Jepang. Melalui Indramayu, dengan cepat Jepang berhasil merebut pangkalan udara Kalijati untuk dipersiapkan sebagai pangkaan pesawat. Hingga akhirnya tanggal 9 Maret tahun Showa 17, upacara serah terima kekuasaan dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati.
Sikap Jepang pada awal kedatangannya semakin menarik simpati rakyat Indonesia. Dan kemenangan Jepang atas perang Pasifik digembor-gemborkan sebagai kemenangan bersama, yaitu kemenangan bangsa Asia. Saat tentara Jepang hendak mendarat di Indonesia, Pemerintah Jepang mengeluarkan slogan-slogan : ”India untuk orang India, Birma untuk orang Birma, Siam untuk orang Siam, Indonesia untuk orang Indonesia.” Jepang juga memberikan janji kemerdekaan “Indonesia shorai dokuritsu”, dan membiarkan bendera Indonesia dikibarkan. Bahkan sebelum Jepang mendarat di Pulau Jawa, siaran Tokyo sering menyiarkan lagu kebangsaan Indonesia. Tindakan lain yang dilakukan oleh Jepang adalah melakukan pelarangan terhadap penggunaan bahasa Belanda. Sejak itulah bahasa Indonesia ikut berkembang dengan pesat. Keadaan sebelum kedatangan Jepang juga dikisahkan sebagai berikut :

 ….Kalau malam, di radio, disiarkan siaran-siaran radio Jepang yang berbahasa Indonesia, menganjurkan supaya rakyat Indonesia berontak, sebelum Jepang mendarat. Dalam propaganda itu mereka mengatakan Jepang datang bukan untuk menjajah Indonesia melainkan memerdekakan bangsa Indonesia. 
  Setelah kedatangannya ke Indonesia, tentara ke 16 sebagai perwakilan pemerintah militer Jepang di Indonesia membentuk suatu badan propaganda yang disebut dengan Sendenbu. Badan ini berfungsi untuk mendukung pergerakan Jepang di Indonesia. Melalui badan ini pula, “Gerakan 3A” dipropagandakan, yaitu:
Jepang Cahaya Asia
Jepang Pemimpin Asia
Jepang Pelindung Asia


Sejarah Kedatangan jepang diindonesia

Kedatangan Jepang ke Indonesia di latar belakangi oleh :
Pada tanggal 7 Desember 1941 terjadi pengeboman Jepang ke pangkalan militer Amerika Serikat di Asia Timur Raya (Perang antara Jepang dengan negara-negara barat : Inggris,Belanda dan AS)
Proses Kedatangan Jepang ke Indonesia :
Serangan Jepang juga di arahkan ke Indonesia ,serangan terhadap Indonesia muncul dari utara dan timur .Serangan ke Indonesia tersebut bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang seperti : minyak tanah,timah dan almunium .Sebab ,persediaan minyak di Indonesia di perkirakan dapat mencukupi kebutuhan jepang selama Perang Pasifik .
Pada tanggal 11 Januari 1942 Jepang menduduki daerah minyak dengan mendarat di Tarakan Kalimantan Timur,di lanjutkan ke Balikpapan,Pontianak,Samarinda dan Banjarmasin
Pada tanggal 16 Februari 1942 Jepang menduduki Palembang ,setelah daerah-daerah di luar di kuasai ,Jepang memusatkan perhatiannya untuk menguasai tanah jawa sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda dan pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang mendarat di Pulau Jawa (Teluk Banten,Indramayu dan Banjarnegara) di bawah pimpinan Letjen Hitoshi Immamura
Untuk menghadapi tentara Jepang ,Belanda pernah membentuk Komando Gabungan Tentara Serikat yang di sebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang bermarkas di Lembang .
Dalam upaya menguasai tanah Jawa ,telah terjadi pertempuran di laut Jawa ,yaitu Tentara Jepang dengan Angkatan Laut Belanda di bawah pimpinan Laksamana Karel Doorman .Dalam pertempuran ini Laksamana Karel Doorman dan beberapa kapal Belanda berhasil di tenggelamkan oleh tentara Jepang
Meskipun Belanda sudah mempersiapkan diri yaitu : berupa gabungan tentara ABDACOM di tambah satu Kompi Akademi Militer Kerajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat ,di Jawa Tengah di siapkan 4 batalion infanteri ,dan di Jawa Timur 3 batalion pasukan bantuan Indonesia dan 1 batalion marinir serta di bantu oleh Inggris dan Amerika ,walaupun demikian tentara Jepang mendarat di Jawa dengan sangat besar ,sehingga pasukan Belanda tidak mampu memberikan perlawanan .
Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pusat-pusat kekuatan tentara Belanda di Jawa . Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang . Tentara jepang terus bergerak ke Selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor) ,dengan mudah kota-kota lain juga jatuh ke tangan Jepang
Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Jenderal Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda/Sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang di wakili Letjen Hitoshi Immamura. Penandatanganan ini di laksanakan di Kalijati,Subang
Dengan demikian berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia ,kemudian Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang
Keinginan Jepang menguasai Indonesia karena Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dapat di manfaatkan untuk pengembangan industri Jepang,di samping itu ,juga terdorong oleh ajaran yang berkaitan dengan Shintoisme ,khususnya tentang Hakko Ichiu ,yakni ajaran tentang kesatuan kelurga umat manusia ,ajaran ini di terjemahkan bahwa tentara Jepang sebagai negara maju bertanggung jawab untuk membentuk kesatuan keluarga umat manusia dengan memajukan dan mempersatukan bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia. Ajaran tersebut menyatakan bahwa bangsa Jepang dan Indonesia serumpun
Selamat datang ‘Saudara Tua”
Kedatangan Jepang di Indonesia di sambut dengan senang hati oleh rakyat Indonesia . Jepang di elu-elukan sebagai “Saudara Tua” yang di pandang dapat membebaskan dari kekuasaan Belanda .
Tentara Jepang mempropagandakan bahwa kedatangannya ke Indonesia untuk membebaskan rakyat dari cengkraman penjajahan bangsa barat ,Jepang juga akan membantu memajukan rakyat Indonesia ,melalui program Pan-Asia Jepang akan memajukan dan menyatukan seluruh rakyat Asia .Untuk meneguhkan propagandan Pan-Asia ,Jepang berusaha membentuk perkumpulan yang di beri nama “GERAKAN TIGA A”
Jepang membentuk Pemerintahan Militer
Pemerintahan jepang di Indonesia kemudian membentuk pemerintahan Militer di seluruh kepulauan wilayah Indonesia bekas Hindia belanda itu wilayahnya di bagi menjadi 3 wilayah Pemerintahan Militer ;
1.      Pemerintahan Militer Angkatan Darat
Tentara ke 25 (Toni Shudan ) untuk Sumatera ,pusatnya di Bukit Tinggi
2.      Pemerintahan Militer Angkatan Darat
Tentara ke 16 (Asamu Shudan) untuk Jawa dan Madura ,pusatnya di Jakarta di tmbah angkatan laut (Dai Ni Nankekantai)
3.      Pemerintahan Militer Angkatan Laut
Yaitu Armada Selatan kedua untuk daerah Kalimantan,Sulawesi,dan Maluku,pusatnya di Makasar .
Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan yang sangat penting,waktu itu masih di berlakukan pemerintahan sementara .Berdasarkan Osamu Seirei (Undang-undang yang di keluarkan oleh Panglima Tentara ke 16) yang berisi ketentuan :
1.      Jabatan Gubernur Jenderal pada masa Hindia Belanda di hapuskan dan segala kekuasaan yang dahulu di pegangnya di ambil alih oleh panglima tentara Jepang di Jawa
2.      Para penjabat pemerintah sipil beserta pegawainya di masa Hindia belanda tetap di akui kedudukannya ,asalkan memiliki kesetiaan terhadap tentara pendudukan Jepang
3.      Badan-badan pemerintah dan undang-undang di masa Belanda tetap di akui secara sah untuk sementara waktu,asalkan tidak bertentangan dengan aturan pemerintahan militer Jepang
Adapun pemerintahan susunan militer Jepang adalah
1.      Panglima tentara (GUNSHIREKAN) , kemudian di sebut Panglima Tertinggi (SEIKO SHIKIKAN) Sebagai pucuk pimpinan . Panglima tentara pertama di jabat oleh Letjen Hitoshi Immamura.
2.      Kepala Pemerintahan Militer (GUNSEIKAN) .Kepala staf pertama adalah Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki .di Kantor Pusat di sebut GUNSEIKANBU ,terdapat 4 BU (semacam departemen) yaitu :
Somobu (Departemen Dalam Negeri
Zaimubu (Departemen Keuangngan)
Sangvobu (Departemen Perusahaan,Industri dan Kerajinan tangan atau usurusan Perekonomian
Kotsubu (Departemen Lalu Lintas)
Shihobu (Departemen Kehakiman)
3.      Koordinator Pemerintah dengan tugas memulihkan ketertiban dan keamanan atau semacam gubernur(GUNSEIBU) ,meliputi :
Jawa Barat     : Pusatnya di Bandung
Jawa Tengah  :Pusatnya di Semarang
Jawa Timur    : Pusatnya di Surabaya
Di tambah dua daerah istimewa (kochi) yakni Yogyakarta dan Surakarta
Jepang membentuk Pemerintahan Sipil
Untuk mendukung kelancaran pemerintahan pendudukan Jepang yang bersifat militer ,Jepang juga mengembangkan pemerintahan sipil .Pada bulan Agustus 1942 ,pemerintahan militer berusaha meningkatkan sistem pemerintahan antara lain :
Mengeluarkan UU No 27 tentang pemerintahan daerah
Dimantapkan dengan UU No 28 tentang pemerintahan shu serta tokubetsushi
Menurut UU No 28 ,pemerintah daerah tertinggi adalah shu (keresidenan) .Seluruh pulau   Jawa dan Madura kecuali Kochi Jogyakarta dan Kochi Surakarta di bagi menjadi daerha-daerah shu (keresidenan) ,Shi (kotapraja),Ken (kabupaten),Gun (kawedanan),Son (kecamatan) dan ku (desa/kelurahan) . Seluruh pulau Jawa dan Madura di bagi menjadi 17 shu .
Pemerintahan shu di pimpin : Shucokan memiliki kekuasaan seperti Gubernur, pada kekuasaan Hindia Belanda meliputi legislatif dan eksekutif
Di bantu oleh : Cokan Kanbo ( Majelis Permusyawaratan Shu) memiliki 3 bagian yaitu Naisebu (bagian pemerintahan umum,kaisaibu (bagian ekonomi) ,dan keisatsubu (bagian kepolisian)
Jepang membentuk sebuah kota swatantra (otonomi) disebut tokubetsushi (kota istimewa) yang posisi kewenangannya seperti shu yang berada langsung di bawah pengawasan gunseiken ,Contohnya : Kota Batavia di bawah pimpinan Tokubetu Shico.
Annisanurhikmayati.wordpress.com


PERADABAN AWAL AFRIKA




NAMA SEKOLAH: SMAN3 BANKO PUSAKO
GURU PEMBIMBING: ABDULLAH
KELAS:X IPS 2
MATA PELJARAN: SEJARAH
NAMA KELMPOK: 
Ø  R.A. DESTI LINTYA
Ø  RIKA AMALIA
Ø  RATU SEBA
Ø  RENANDA AYUNITA
Ø  RENCANA JADI PARDEDE
Ø  RAHMAD DANI
A . Pengertian awal afrika
 Mesir kuno adalah suatu peradaban kuno bagian timur laut afrika.Peradaban ini terpusat disepanjang hilir sungai nil.Sejarawan Yunan kuno pada abad ke-5 SM menyebut Mesir sebagai “Hadiah dari sungai nil”(the give of the nile).Dengan kata lain,kemakmuran mereka di peroleh berkat hadiah Sungan Nil.Walaupun demikiam,kemakmuran yang dihadiahkan Sungai Nil lebih banya di nikmati oleh para Firauan dan glongan bangsawan,bukan oleh petani.
Keadaan geografis Mesir juga sangat menguntungkan bagi tumbuhnya peradaban besar.Keadaan geografis yang  tertutup menjadi penangkal ancaman seranga dari luar.Disebelah timur dan barat Sungi Nil membentang gurun.Gurun Nabia mampu mencegah penetrasi dari selatan.Hanya dari sebelah utara,Laut Tengah,Mesir bisa di tembus.
B. Kehidupan masyarakat afrika kuno
1.      Sistem kepercayaan
  Kepercayaan mereka berakar pada lingkungan hidup sekitar Sungai Nil,yaitu berupa banjir,timbulnya tanah subur,lalu kering,banjir,dan terus berulang.Banjir Sungai Nil tidak menimbulkan bencana,kecuali berkah berupa kesuburan tanah.Mereka percaya pada banyak dewa (polyteisme). Salah satu dewa yang banyak disembah adalah Dewa Osiris,dewa kesuburan.Dewa ini selalu mati setiap tahun dan setiap tahun pula istrinya selalu menghidupkannya.Osiris akhirnya menjadi dewa kematian yang memberkahi manusia.Dewa ini juga menentukan apakah manusia berbut adil atau tidak untuk mrnjalani kehidupan abadi.Mereka juga percaya pada dewa matahari atau Amon Ra.
        Pusat system kepercayan dan kehidupan politik Mesir Kunoo adalah Firaun atau raja/penguasa Mesir.Bagi bangsa Mesir Kuno,Firaun dianggap sebagai:
a)      Dewa Horus sebagai anak dari Orisis yang kelak akan bersatu dengan Orisis setelah mati
b)      Perantara bangsa Mesir dengan dewa-dewanya.
c)      Pemelihara kemakmuran di kawasan Sungai Nil.
2.      Pemerintah Imperium kuno
       Bangsa hykos sebagai bangsa pengembara yang di perkirakan datang dari jazirah Arab telah memperkaya peradaban Mesrir Kuno.Bangsa Mesir memasuki zaman Imperium setelah mereka berhasil mengusir bangsa Hykos.Firaun Amose(1558-1533) salah satu dari Firaun Delapan Belas Dinasti mendesak bangsa Hykos keluar dari daerah delta di Utara.Kerajaan Mesir meluas ke sebelah selaatan,utara,dan timur.Firauan Thutmose I(1490-1436)menaklukkan Palestina dan Syria.Sejak saat itu Mesir menjadi Imperium yang luas dan makmur.Dan setiap penalukkan musuh-musuhnya,Firaun selalu memperoleh banyak budak.Budak-budak tersebut kemudian di gunakan sebagai tenaga paksa di proyek-proyek kekaisaran.Raja terkenal dari Delapan Belas Dinasti Firaun adalah Ramses II pada abad ke-13 SM.
       Ketika Alexander Agung dari Yunani mengalahkan imperium Persia,Mesir pun menjadi bagian dari Yunani.Salah seorang jenderal pembantu,Alexander Agung,Ptolomeus,mendirikan dinasti di Mesir yang berlangsung sampai Romawi menaklukannya pada 27 SM.Seorang ratu termashur dari dinastii Ptolomeus adalah Cleopatra.
3.      Stratifikasi sosial ekoonmi masyarakat Mesir
Kehidupan Eknomi
       Kegiatan ekonomi  penduduk Mesir Kuno adalah pertanian atau agraria.Kemakmurn yang dipersembahkan Sungai Nil mendorong terbentuknya pelapisan sosial berdasarkan kekayaan dan pembagian kerja.Namun,tidak semua masyarakat bekerja disektor agrarian.Banyak diantara yang menjadi pengrajin.Mereka mampu menghasilkan berbagai ukiran kayu dan hiasan-hiasan atau ornamen logam.Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,para pengrajin juga membuat gerabah,lena(bahan pakaian),gelas,permata dan kerajinan kulit.
4.      Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi
a)      Arsitektur.
      Warisan ilmu pengetahuan dan  teknologi Mesir Kuno yang sampai pada kita sekarang adalah arsitektur.Berkembangnya ilmu pengetahuan bangsa Mesir Kuno berkaitan dengan aspek keagamaan.Bidang seni dan arsitektur berkembang karena di dukung oleh keinginan firraun untuk membangun proyek-proyek raksasa yang kuat dan tahan lama.
b)      Tulisan dan Aksara
       Ilmu pengetahuan Mesir Kuno sampai pada kita karena kemampuan mereka mencatatkannya melalui aksara atau tulisaan.Dengan tulisan dan Aksara,mereka bisa menyampaikan pengetahuan sampai ke generasi berikutnya.Tulisan tersebut adalah hierogilph yang merupakan tulisan gambar.
c)      Astronmi
Kalender yang dibuat bangsa Mesir Kuno terdiri atas 12 bulan.Tiap bulan terdiri atas 30 hari.Satu  masa di tambah dengan lima hari.Jadi,jumlah hari dalam setahun menjadi 365.Selain itu,mereka juga  sudah mengenal tahun  kabisat seperti yng kita kenal dewasa ini.
d)     Pengobatan
Dibidang pengobatan,pengetahuan bangsa Mesir kuno sudah tinggi.Para tabib telah mampu membuat ramuan dan teknik pembedahan.Tradisi pengawetan mayat-mayat Firaun dengan menggunakan ramuan-ramuan tertentu atau biasa disebut Mummy yang di laksukan oleh bangsa Mesir adalah bukti kemampuan mereka di bidang obat-obatan dan pembedahan.

Daftar Pustaka
Nana supriatna,dkk.2017.Sejarah.Bandung


Minggu, 08 April 2018

Dampak Kebijakan Jepang Di Indonesia


Tugas Sejarah
KELAS  : XI IPA1
Oleh
Kelompok 3:
Dwi Winda Purnama
Jonrio Pakpahan
Marselia Dahyana
Nurjannah
Pino Henriko
Riza Wahyuni

Dampak Kebijakan Jepang Di Indonesia

1.      Dalam Politik, sejak awal pemerintahan jepang melarang berserikat dan berkumpul. Para tokoh pergerakan nasional pun mengambil sikap kooperatif, sehingga mereka bisa duduk dalam badan-badan bentukan jepang, seperti gerakan 3A, PUTERA, dan cuo sangi in. Kesatuan- kesatuan pertahanan bentukan jepang seperti, Jawa Hokakai, Heiho, Dan PETA Juga dimaanfaatkan.
2.      Dibidang Ekonomi, jepang berusaha mendapatkaan dan menguasai sumber-sumber alam untuk industri perang. Eksploitasi sumber daya ini menyebabkan kesengsaraan rakyat. Penebangan hutan ( untuk pertanian) menyebabkan banjir, penyerahan hasil panen dan romusha  menyebabkan rakyat kekurangan makan dan sakit-sakitan. Akibatnya angka kematian pun meningkat tajam.
3.      Dibidang Social, jepang melakukana mobilisasi massa dengan mengerahkan ratusan ribu penduduk dasa melakukan rumusha membangun serana dan praserana perang. Rakyat dieksplotasi, dikuras tenaganya tanpa upah dan makan sehingga banyak orang yanhg kelaparana, sakit, dan mati.
4.      Dibidang birokrasi, Jepang menberi kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk turut serta dalam pemerintahan karena pada pertengahan 1943 kedudukan jepang dalam perang pacific mulai terdesak.
5.      Dibidang militer, jepang menyadari perlunya dukungan penduduk dari daerah yang diduduki karena situasi perang passifik tahun tahun 1943 mulai berubah.  Diindonesia ada dua jenis kesatuaan pertahanan  yang dibentuk
·          Kesatuan pertahanan semimiliter diantaranya seinendan ( Barisan pemuda) keibodan ( Barisan pembantu polisi),, Fujinkai ( Barisan wanita) dan jibakutai ( Barisan berani mati)
·         Kesatuan pertahanan militer antara lain Heiho ( Pembantu prajurit jepang) dan PETA (Pembela tanah air)
·         PETA Dibentuk atas permohonan Gatot Mangkuprujo kepada panglima tertinggi jepang.  Dari pasukan PETA inilah muncul tokoh-tokoh militer nasional seperti jendral Seodirman, Jendral Gatot Subroto, Jendral Ahmad Yani, Supriyadi, Dan Sebagainya.
6.  Pendidikan masaa pendidikan jepang merosot jika dibandingkan zaman       Hindia Belanda. Jumlah sekolah menurun drastis dan sekolah-sekolah dijadikan tempat indoktrinasi tentang Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.
7.  Dibidang kebudayaan justru terjadi peningkatan yang berati
1.      Oleh jepang Bahasa Indonesia dijadikan Bahasa pengantar yang digunakan disekolah, surat kabar dan radio, bahkan papan nama tokoh dan perusahaan. Bahasa Indonesia dilarang digunakan. Meluasnya penggunaan Bahasa Indonesia mempertebal kebangsaan.
2.      Seni sastra nasional zaman jepang juga berkembang baik didukung dengan berkembangnya baik diddukungnya dengan penggunaan bahsa Indonesia. Seni music dan seni rupa didukung. Agar karya budaya  ini tidak menyimpang dari tujuan jepang, maka pada 1 April 1943 dijakarta Didirikan Pusat Kebudayaan dengaan nama Keimin Bunko Shidosho
Daftar Pustaka
Agung, Leo dan Dwi Ari Listiyani. 2009. Mandiri Sejarah SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial. Surakarta:ERLANGGA.
 Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Kedudukan Jepang Di Indonesia
            Dengan Penandatanganan ini maka perang dunia II Membawa akibat bagi bangsa indonesia, yaitu:
1.      Akibat positif, Yaitu imperialism belanda di Indonesia berakhir.
2.      Akibat negatif, yaiitu Indonesia dijajah jepang.
Masa penjajahan jepang diindonesia walaupun tidak begitu lama akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Kebijaksanaan  Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas, yaitu:
1.      Menghapuskan pengaruh-pengaruh barat dikalangan rakyat Indonesia
2.      Menggerakan rakyat Indonesia demi kemenangan jepang dalam perang Asia Timur Raya
Adapun berbagai kebijakan pemerintah pendudukan jepang di Indonesia adalah sebagai berikut.
Sistem Pemerintahan
Pada mulanya kedatangan jepang disambut gembira oleh nangsa Indonesia karenaa berusaha menarik simpati dengan car acara berikut:
1.      Mengumandangkan propaganda bahwa jepang merupakan “ Saudara Tua” bangsa Indonesia
2.      Menggunakan Bahasa Indonesia disamping Bahasa jepang sebagai Bahasa resmi.
3.      Mengikutsertakan orang-orang Indonesia dalaam organisasi-organisasi resmi pemerintahan jepang.
4.      Menarik simpati umat islam dengan mengizinkan organisasi Majelis Islam A’laindonesia tetap berdiri
5.      Bendera merah putih boleh kibarkan berdampingan dengan bendera jepang Hinomoru. Begitu juga lagu Indonesia raya boleh dinyayikan di samping lagu kebangsaan jepang Kimigayo.
6.      Rakyat diwajibkan menyerahkan besis tua
7.      Semua harta peninggalan belanda yang berupa perkebunan, pabrik, bank disita.

Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Pendudukan Jepang Terhadap Pergerakan Kebangsaan Indonesia
A. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Politik
            Kebijakan pertama yang dilakukan Dai Nippon (Pemerintahan Militer Jepang) adalah melarang semua rapat dan kegiatan politik pada tanggal 20 Maret 1942, Dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua organisasi politik dan semua bentuk perkumpulan. Pada tanggal 8 September 1942 Dikeluarkan UU no.2 Jepang mengendalikan seluruh organisasi nasional.
·         Selain itu, jepang pun m elakukan propaganda untuk menarik simpati bangsa Indonesia dengan cara:
·         Menganggap jepang sebagai saaudara tua bangsa asia (Hokko Ichiu)
·         Melancarkan somboyan 3A (Jepang pemimpin, jepang cahaya dan jepang pelindung asia)
·         Melancarkan simpati lewat pendidikan berbentuk beasiswa pelaajar
·         Menarik simpati umat islam untuk pergi haji.
·         Menarik simpati organisasi islam MIAI.
·         Melancarkan politik dumping.
·         Mengajak untuk bergabung tokoh-tokoh perjuangan nasional seperi: Ir. Seokarno, Drs.M.Hatta Serta Sutah Sahir, dengan cara membebaskan tokoh tersebut dari pimpinan belanda.
Selain Propaganda, Jepang juga melakukan berbagai tindakan nyata berupa peembentukan badan-badan kerja sama berikut:
·         PUTERA (PUSAT TENAGA RAKYAT)Dengan tujuan membujuk kaum nasionalis sekuler dan intekektual agar menyerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada jepang.
·         Jawa Hokakai (Himpunan Kebaktian Jawa) Merupakan organoisasi sentral dan terdiri dari berbagai macam profesi (Dokter, pendidik, kebaktiaan wanita pusat dan perusahaan
Penerapan system autarki (daerah yang harus memenuhi kebutuhan sendiri dan kebutuhan perang). Setelah penyerahan kekuasaan dari belanda kepada jepang dikalijati maka seluruh daerah Hindia Belanda Menjadi 3 daerah pemerintahan militer:
·         Daerah bagian tengah meliputi jawa dan Madura dikuasai oleh tentara keeenambelas dengan kantor pusat di Batavia (Jakarta)
  • Daerah bagian Barat meliputi Sumatera dengan kantor pusat di Bukittinggi dikuasai oleh tentara keduapuluhlima. 
  • Daerah bagian Timur meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusantara, Maluku dan Irian Jaya dibawah kekuasaan armada selatan kedua dengan pusatnya di Makassar.
             Selain kebijakan politik di atas, pemerintah Militer Jepang juga melakukan perubahan dalam birokrasi pemerintahan, diantaranya adalah pembentukan organisasi pemerintahan di tingkat pusat dengan membentuk Departemen dan pembentukan Cou Sang In/dewan penasehat. Untuk mempermudah pengawasan dibentuk tiga pemerintahan militer yakni:
  • Pembentukan Angkatan Darat/Gunseibu, membawahi Jawa dan Madura dengan Batavia sebagai pusat dan dikenal dengan tentara ke enam belas dipimpin oleh Hitoshi Imamura. 
  • Pembentukan Angkatan Darat/Rikuyun, yang membawahi Sumatera dengan pusat Bukit Tinggi (Sumatera Barat) yang dikenal dengan tentara ke dua puluh lima dipimpin oleh Jendral Tanabe. 
  • Pembentukan Angkatan Laut/Kaigun, yang membawahi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian dengan pusatnya Ujung Pandang (Makasar) yang dikenal dengan Armada Selatan ke dua dengan nama Minseifu dipimpin Laksamana Maeda.
             Untuk kedudukan pemerintahan militer sementara khusus Asia Tenggara berpusat di Dalat/Vietnam.

             Pada masa pendudukan Jepang perjuangan untuk mencapai kemerdekan dilakukan secara kooperatif (bekerja sama) serta dengan cara sembunyi-sembunyi atau bawah tanah. Adapun organisasi-organisasi buatan Jepang yang digunakan untuk menanamkan nasionalisme Indonesia antara lain sebagai berikut.

a.   Gerakan Tiga A
           
             Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan April 1942, dengan ketuanya adalah Mr. Syamsudin. Semboyan Gerakan Tiga A adalah:
1.    Nippon Cahaya Asia,
2.     Nippon Pelindung Asia, dan
3.     Nippon Pemimpin Asia.
          
             Tujuan Gerakan Tiga A adalah menanamkan kepercayaan rakyat bahwa Jepang adalah pelindung dan pemimpin Asia. Namun, rakyat Indonesia telah mengetahui maksud propaganda gerakan tersebut. Karena tidak mendapat sambutan dari rakyat, maka Gerakan Tiga A dibubarkan.


b.   Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
          
                Pusat Tenaga Rakyat dibentuk pada tanggal 1 Maret 1943. Pendirinya adalah Empat Serangkai yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur. Tujuan Putera adalah memusatkan seluruh kekuatan rakyat untuk membantu Jepang menghadapi Sekutu.

c.   Badan Pertimbangan Pusat (Chuo Sang In)

            Chuo Sang In dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Perdana Menteri Jenderal Hideki Tojo. Ketuanya adalah Ir. Soekarno sedangkan wakilnya adalah R.M.A.A Koesoemo Oetojo dan dr. Boentaran Martoatmojo. Tugas badan ini adalah memberi masukan dan pertimbangan kepada pemerintah Jepang dalam mengambil keputusan.

B. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Ekonomi

             Pada kedua aspek ini, praktek eksploitasi ekonomi dan sosial yang dilakukan Jepang terhadap bangsa Indonesia dan Anda bisa membandingkan dampak ekonomi dan sosial dengan dampak politis dan birokrasi. Hal-hal yang diberlakukan dalam sistem pengaturan ekonomi pemerintah Jepang adalah sebagai berikut:
  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang maka seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. Jepang menyita seluruh hasil perkebunan, pabrik, Bank dan perusahaan penting. Banyak lahan pertanian yang terbengkelai akibat titik berat kebijakan difokuskan pada ekonomi dan industri perang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi pangan menurun dan kelaparan serta kemiskinan meningkat drastis. 
  • Jepang menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara ketat dengan sanksi pelanggaran yang sangat berat. Pengawasan tersebut diterapkan pada penggunaan dan peredaran sisa-sisa persediaan barang. Pengendalian harga untuk mencegah meningkatnya harga barang. Pengawasan perkebunan teh, kopi, karet, tebu dan sekaligus memonopoli penjualannya. Pembatasan teh, kopi dan tembakau, karena tidak langsung berkaitan dengan kebutuhan perang. Monopoli tebu dan gula, pemaksaan menanam pohon jarak dan kapas pada lahan pertanian dan perkebunan merusak tanah. 
  • Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang). Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang. Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.
             Pada tahun 1944, kondisi politis dan militer Jepang mulai terdesak, sehingga tuntutan akan kebutuhan bahan-bahan perang makin meningkat. Untuk mengatasinya pemerintah Jepang mengadakan kampanye penyerahan bahan pangan dan barang secara besar-besaran melalui Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai (koperasi pertanian), serta instansi resmi pemerintah.      Dampak dari kondisi tersebut, rakyat dibebankan menyerahkan bahan makanan 30% untuk pemerintah, 30% untuk lumbung desa dan 40% menjadi hak pemiliknya. Sistem ini menyebabkan kehidupan rakyat semakin sulit, gairah kerja menurun, kekurangan pangan, gizi rendah, penyakit mewabah melanda hampir di setiap desa di pulau Jawa salah satunya: Wonosobo (Jateng) angka kematian 53,7% dan untuk Purworejo (Jateng) angka kematian mencapai 224,7%. Bisa Anda bayangkan bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan bangsa Indonesia pada masa Jepang (bahkan rakyat dipaksa makan makanan hewan seperti keladigatal,bekicot,umbi-umbian).
            Kebijakan pemerintah pada pendudukan Jepang pada bidang social antara lain berupa pengerahan tenaga rakyat untuk melaksanakan kerja paksa. Selain itu, para pemuda juga diwajibkan untuk masuk menjadi anggota organisasi militer maupun semi militer yang dibentuk Jepang.

Romusha

          Romusha adalah kerja paksa (tanpa dibayar) pada zaman penduduka Jepang. Tujuannya adalah membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan rakyat Jepang. Sarana dan prasarana tersebut antara lain jembatan, lapangan terbang, serta gua-gua tempat persembunyian.

  Kinrohosi

           Kinrohosi adalah kerja paksa (tanpa dibayar) untuk para pamong desa dan pegawair rendahan. Mereka diperlakukan sebagai tenaga romusha yang lainnya. Para kinrohosi banyak yag dikirim ke luar Jawa untuk membantu membuat pertahanan tentara Jepang.

C. Pengaruh Kebijakan Jepang Pada Bidang Militer

Pada aspek militer ini, badan-badan militer yang dibuat Jepang semata-mata karena kondisi militer Jepang yang semakin terdesak dalam perang Pasifik.






RPM SEJARAH KELAS XII

RPM MENDALAM P4GN ABDULLAH BAB 1